Sabang (Waspada Aceh) – Berkunjung ke Sabang rasanya belum lengkap tanpa singgah di Tugu Kilometer Nol Indonesia. Berdiri kokoh di ujung barat Nusantara dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, kawasan ini masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang selalu diburu wisatawan saat berkunjung ke Pulau Weh.
Selain menjadi penanda geografis titik paling barat Indonesia, kawasan Kilometer Nol menawarkan panorama alam yang memikat. Hamparan laut biru yang membentang luas berpadu dengan kawasan hutan hijau di sekelilingnya menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Sabang.
Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Banyak pengunjung datang untuk mengabadikan momen di monumen ikonik tersebut sekaligus menikmati pemandangan laut lepas yang langsung menghadap ke Samudera Hindia.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang, Zulfikar, mengatakan Kilometer Nol hingga kini masih menjadi salah satu destinasi unggulan yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Kilometer Nol tetap menjadi salah satu tujuan utama wisatawan yang datang ke Sabang. Kawasan ini memiliki nilai simbolis yang kuat karena menjadi titik paling barat Indonesia,” kata Zulfikar kepada waspadaaceh.com, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, daya tarik Kilometer Nol tidak hanya terletak pada monumen yang menjadi ikon nasional tersebut, tetapi juga keindahan alam yang mengelilinginya. Lokasinya yang berada di kawasan konservasi membuat suasana di sekitar destinasi tersebut masih terasa asri dan sejuk.
Bagi banyak wisatawan, berdiri di Kilometer Nol bukan sekadar berfoto. Kawasan ini menjadi simbol perjalanan menuju ujung barat Indonesia yang selama ini hanya dikenal melalui peta dan buku pelajaran.
Selain menikmati panorama alam, pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan matahari terbenam dari kawasan tersebut. Cahaya senja yang memantul di permukaan laut menjadi daya tarik tersendiri yang kerap diabadikan wisatawan melalui kamera maupun telepon genggam.
Zulfikar menjelaskan, saat ini kawasan Kilometer Nol telah kembali dibuka untuk umum setelah sebelumnya sempat ditutup. Ia memastikan destinasi tersebut tetap dapat dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pesona salah satu ikon wisata nasional di Aceh.
“Untuk Kilometer Nol saat ini sudah dibuka kembali. Wisatawan sudah bisa berkunjung seperti biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan kawasan Kilometer Nol saat ini berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Sementara Pemerintah Kota Sabang tetap melakukan koordinasi apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan kenyamanan pengunjung maupun fasilitas di kawasan tersebut.
Di tengah berkembangnya berbagai destinasi wisata baru di Sabang, keberadaan Kilometer Nol tetap memiliki tempat tersendiri di hati wisatawan. Sebagai simbol ujung barat Indonesia, kawasan ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap orang yang menapakkan kaki di sana.
Bagi wisatawan yang datang ke Sabang, mengunjungi Tugu Kilometer Nol seolah menjadi ritual yang tak boleh dilewatkan. Sebab dari tempat inilah, perjalanan menikmati pesona paling barat Nusantara terasa benar-benar lengkap. (*)



