Aceh Besar (Waspada Aceh) – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh menanam 300 bibit mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (5/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 pelajar dan mahasiswa dari Banda Aceh. Selain penanaman mangrove, peserta juga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan peran mangrove dalam mitigasi perubahan iklim.
Aksi lingkungan itu turut melibatkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Aceh, serta Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Aceh.
Ketua Panitia, Muhammad Fazil, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar dan mahasiswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui aksi nyata.
“Kami berharap pelajar dan mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga alam secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove,” katanya.
Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi belakangan ini harus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, pelajar dan mahasiswa harus semakin peduli terhadap isu lingkungan. Kondisi lingkungan di masa depan sangat ditentukan oleh perilaku generasi muda hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, Umar Banta Ali dari KB PII Aceh mengajak kalangan muda untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan DLHK Aceh, Syafruddin, menjelaskan bahwa mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menyerap emisi karbon.
Ia menegaskan upaya penghijauan dan reboisasi perlu terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara bersama-sama di kawasan pesisir Mesjid Raya.
PW PII Aceh berharap aksi tersebut dapat mendorong lahirnya gerakan serupa di kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (*)



