10 Kedai di Kembang Tanjong Amblas Digerus Sungai Tiro

    BERBAGI
    Hujan deras dan banjir mengakibatkan sepuluh kedai sekitar sungai amblas (foto/Muhammad riza).

    Sigli (Waspada Aceh) – Sedikitnya 10 unit kedai di Gampong Aron Asan Kumbang, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie amblas,
    Minggu (22/2023) pukul 22:00 WIB.

    Camat Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Fauzi Harfa, Senin (23/1/2023) memgatakan amblasnya bangunan tersebut disebabkan air sungai meluap menerjang tebing sungai dari arah Gampong Jurong Bale.

    BACA: Banjir Nyaris Tenggelamkan Rumah, Warga Pedalaman Aceh Utara Mengungsi

    Selain itu juga akibat adanya rumpun bambu mengakibatkan debit air sungai mengalir deras sehingga mengikis tebing sungai.

    10 kedai yang amblas ke dalam sungai tersebut, adalah lima pintu kedai milik Pemerintah Gampong Aron Asan Kumbang. Sedangkan lima pintu kedai lainnya milik Hasbi Walidi, Murdani, Abdul Wahan dan milik Abdul Mutalib.

    Sepuluh kedai dimaksud terletak di bantaran DAS Krueng Tiro, persisnya di Jalan Beureunuen-Kembang Tanjong, depan Meunasah Gampong Aron Asan Kumbang. Kedai-kedai tersebut sudah dibangun lama sekira tahun 90-an.

    Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp500 juta.

    BACA: Akibat Hujan Lebat, Pidie dan Pidie Jaya Diterjang Banjir

    “Alhamdulillah sebelum kejadian ini terjadi para pemilik kedai sudah duluan memindahkan barang barang dagangannya sehingga masyarakat hanya rugi atas bangunannya saja sedangkan barang dagangan dan peralatan lainnya hanya sedikit saja rusak dan dibawa air,” kata Fauzi.

    Pemerintah Kecamatan Kembang Tanjong, kata Fauzi Harfa sudah sering mengimbau, warga jika terdapat benda-benda seperti batang pohon dan sebagainya di bantaran sungai agar segera dibersihkan agar aliran sungai lancar.

    BACA: 506 KK di 47 Desa di Bireuen Terendam Banjir

    Sementara itu di Gampong Baro, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie menerjunkan alat berat eskavator untuk membersihkan rumpun bambu yang jatuh melintang dalam sungai, Senin (23/1/2023) pagi.

    Derasnya aliran sungai akibat diguyur hujan, menyebabkan erosi Daerah Aliran Singai (DAS) Krueng Baro kian parah. Belasan rumah dan bangunan kedai yang letaknya tidak jauh dari bantaran sungai tersebut terancam amblas.

    BACA: Polda Aceh Ungkap Kasus Tambang Emas Ilegal di Pidie, Ekskavator Diamankan

    Ditambah dengan hantaman rumpun bambu dan derasnya aliran sungai, membuat tanggul dan jalan di Gampong Lhok Keutapang, amblas. Demikian juga tanggul sungai Pulo Pisang dan badan jalan amles ke dalam sungai.

    Kapolsek Pidie Iptu M.Yunus, hujan dengan Intensitas sedang dan deras yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Pidie, khususnya diwilayah Kecamatan Pidie berdampak Aliran disungai Krueng Baro yang melintas Gampong Baro dan Pulo Pisang

    Untuk itu warga dibantu BPBD Kabupaten Pidie dan Muspika Pidie melakuan Netralisasi dengan memotong dan menyingkirkan bambu yang meghalang aliran sungai agar tidak menimbulkan banjir. (*)

    Waspada Aceh on TV

    BERBAGI