Minggu, Juli 14, 2024
Google search engine
BerandaKulinerWarkop di Banda Aceh Penuh Usai Sholat Tarawih

Warkop di Banda Aceh Penuh Usai Sholat Tarawih

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Jika sholat tarawih usai, sebagian jamaah bergegas untuk mendatangi warung kopi mau pun kafe. Maklum sudah hampir 15 jam tidak ngopi membuat rasa di mulut masih belum pas.

Di Banda Aceh, warung kopi hanya diperbolehkan buka setelah sholat tarawih. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Forkopimda setempat, tentang operasional warung kopi dan kafe di bulan suci Ramadhan. Sehingga, jika tarawih usai, hampir semua warung kopi di Banda Aceh dipastikan penuh.

Pengamatan Waspadaaceh.com, Senin malam (21/5/2018), tampak juga ada konsumen yang masih menggunakan peci/kopiah, sarung atau mukena, duduk di warung kopi. Mereka hanya untuk melampiaskan rasa rindu ngopi, yang selama satu hari penuh ditahan karena berpuasa.

Begitupun pekerja warung kopi itu sendiri, mereka harus siap meladeni ‘gelombang’ orang yang datang secara bersamaan menuju warung kopi terdekat.

Zulmasry, seorang penikmat kopi sangat mengerti betul bagaimana rasanya selama satu hari tidak merasakan kopi. Sehingga ketika selesai sholat tarawih, dia lebih memilih pergi ke warung kopi sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Ngopi malam ini sebagai pelampiasan dari satu hari menahannya, karena puasa,” kata Zulmasry saat mengobrol dengan Waspadaaceh di salah satu warkop legendaris di Aceh, Romen Kopi, di kawasan Lampineung, Banda Aceh, Minggu malam (20/5/2018).

Aktivitas ngopi memang menjadi budaya di Aceh. Juga tempat persinggahan kedua setelah keluar dari rumah sebelum memulai rutinitas di kantor dan sebaliknya.

Pantauan Waspadaaceh pada malam bulan Ramadhan, jalanan kota Banda Aceh akan sepi sejak pukul 18:30 WIB hingga 21:30 WIB. Warga lebih memilih untuk berkumpul di masjid-masjid untuk beribadah. Dan kembali normal ketika usai sholat.

Warga lainnya, Wendy mengatakan ketika sholat tarawih usai, warga akan memenuhi warung kopi. Ngopi sembari mendengarkan bacaan ayat-ayat suci Alquraan yang selalu dikumandangkan lewat pengeras suara dari setiap masjid yang ada di kota Banda Aceh.

“Karena hanya habis tarawih warkop buka, kalau siang hari tidak mungkin. Ya inilah kebiasaan masyarakat di malam bulan Ramadhan,” katanya. Ada juga sebagian orang yang hanya ngopi sebentar saja, lalu melanjutkan aktivitas malam hari, yaitu bertadarus.

Tidak heran, setiap warkop penuh sesak. Sampai-sampai banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk. Apalagi parkiran mengular hingga memakan badan jalan. “Setiap malam sudah penuh sesak, sejak dari malam pertama puasa, begitu selesai tarawih sudah ramai,” ujar Mahdi, salah satu pelayan warkop di seputaran Jalan Nyak Makam, Banda Aceh.

Meski hanya diperbolehkan buka pada malam hari di bulan Ramadhan, sebagian pemilik warung kopi di Banda Aceh justru meraup keuntungan lebih dari hari biasanya. “Satu malam bisa sampai 250 gelas kopi,” ujar Mahdi.

Sementara, warung kopi Romen juga tetap ramai dipenuhi para pelanggan setianya. “Walaupun di bulan puasa, rezeki tetap stabil, inilah berkah Ramadhan,” kata Bang Din, pengelola Warkop Romen.(dani randi)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER