Hamparan laut biru yang jernih membentang luas sejauh mata memandang, dan dari atas papan paddle board, keindahan alam Sabang terasa begitu dekat.
Air laut yang tenang memantulkan cahaya matahari, menghadirkan suasana damai sekaligus menyegarkan bagi siapa saja yang menikmatinya.
Sensasi naik paddle board bukan sekadar olahraga air. Aktivitas ini menawarkan pengalaman menikmati laut dari sudut pandang yang berbeda.
Meluncur perlahan di atas permukaan air yang bening memberikan rasa bebas dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Bahkan, banyak wisatawan memilih berbaring di atas papan sambil menikmati semilir angin laut dan panorama laut yang memukau. Tak heran jika paddle board kini menjadi salah satu aktivitas wisata yang paling diminati di Sabang.
Tren Baru Wisata Bahari
Owner Pemandu Sabang, Rahmah, mengatakan paddle board masih menjadi salah satu aktivitas favorit wisatawan yang berkunjung ke Kota Sabang.
Menurutnya, paddle board mulai dikembangkan di Sabang sekitar dua tahun lalu. Namun, popularitasnya baru benar-benar meningkat dalam beberapa waktu terakhir seiring semakin banyaknya agen perjalanan yang memasukkan aktivitas tersebut ke dalam paket wisata mereka.
“Sekarang hampir semua travel agent sudah menawarkan paddle board. Karena itu peminatnya terus bertambah,” kata Rahmah kepada Waspada Aceh, Senin (8/6/2026).
Sabang selama ini dikenal sebagai surga wisata bahari dengan aktivitas snorkeling dan diving yang menjadi daya tarik utama. Namun kini paddle board hadir sebagai alternatif wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.
Aktivitas ini banyak diminati kalangan anak muda maupun wisatawan yang ingin menikmati laut dengan cara yang lebih santai. Popularitasnya juga didorong oleh media sosial, di mana foto dan video paddle board di perairan Sabang kerap menjadi konten yang menarik perhatian.
Rahmah menjelaskan jumlah peserta paddle board sangat bergantung pada musim kunjungan wisatawan. Saat musim liburan atau high season, aktivitas paddle board dapat berlangsung hingga 10 kali trip dalam sehari.

“Saat ramai bisa sampai 10 trip per hari. Kalau hari biasa yang cukup ramai sekitar lima sampai tujuh trip,” ujarnya.
Lonjakan wisatawan biasanya terjadi pada masa libur panjang seperti Idulfitri dan Iduladha, ketika Sabang dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Harga dan Waktu Terbaik
Untuk menikmati wisata paddle board, wisatawan cukup membayar sekitar Rp150 ribu per papan. Satu papan dapat digunakan oleh satu hingga dua orang.
Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen dari udara, tersedia pula layanan dokumentasi menggunakan drone lengkap dengan pilot dengan biaya sekitar Rp400 ribu.
Aktivitas paddle board umumnya dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Waktu terbaik untuk bermain adalah pagi hingga menjelang siang, yakni sekitar pukul 07.00, 08.00, dan 10.00 WIB.
Selain cuaca yang lebih nyaman, kondisi laut pada jam-jam tersebut relatif lebih tenang sehingga aman bagi wisatawan. Aktivitas ini dibatasi hingga pukul 18.00 WIB dan tidak diperbolehkan beroperasi ketika kondisi cuaca tidak mendukung.
Khusus pada hari Jumat, seluruh aktivitas wisata laut di Sabang, termasuk paddle board, snorkeling, diving, mancing, dan kayak bening, baru dapat dimulai setelah pukul 14.00 WIB sebagai bagian dari tata kelola wisata yang diterapkan pemerintah daerah.
Didukung Pemerintah Daerah
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kota Sabang, Murdiana, mengatakan paddle board merupakan salah satu spot wisata baru yang saat ini sedang viral dan banyak diminati wisatawan.

“Ini merupakan spot wisata baru dan kami dari Dinas Pariwisata Kota Sabang sangat mendukung pengembangannya, apalagi lokasinya berada di kawasan wisata bahari Iboih,” ujarnya.
Menurut Murdiana, ke depan diharapkan akan muncul beberapa titik baru yang dapat dikembangkan sebagai lokasi paddle board sehingga pilihan wisatawan semakin beragam.
Ia menilai daya tarik utama aktivitas ini terletak pada pengalaman menikmati keindahan laut Sabang dari atas papan sekaligus menghasilkan dokumentasi foto dan video yang menarik, terutama melalui pengambilan gambar menggunakan drone.
“Pengunjung bisa menikmati pemandangan laut yang indah sambil bermain paddle board. Aktivitas ini juga bisa dilakukan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja,” katanya.
Murdiana optimistis kehadiran wisata paddle board akan semakin meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Sabang. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga sektor pendukung lainnya seperti perhotelan, restoran, transportasi, dan usaha mikro masyarakat.
“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati objek wisata, tetapi juga menginap, berbelanja, serta menikmati kuliner di Sabang,” ujarnya.
Membuat Wisatawan Ingin Kembali
Paddle board kini menjadi alasan baru bagi wisatawan untuk kembali berkunjung ke Sabang. Banyak wisatawan yang sebelumnya telah menikmati snorkeling maupun diving memilih datang kembali untuk mencoba sensasi meluncur di atas laut menggunakan papan paddle board.
Salah seorang wisatawan, Mega, mengaku puas dengan pengalaman yang dirasakannya selama mengikuti aktivitas tersebut.
“Seru sekali. Harga dan pelayanannya juga oke. Pemandunya sopan dan ramah,” ujarnya.
Mega mengaku dirinya bersama rekannya membayar sekitar Rp600 ribu untuk menikmati aktivitas paddle board hingga puas tanpa dibatasi waktu tertentu. Ia bahkan merekomendasikan wisata tersebut kepada teman-temannya dan berencana kembali ke Sabang untuk merasakan pengalaman yang sama.
Ketertarikannya terhadap paddle board bermula dari unggahan wisatawan lain di media sosial yang lebih dulu mencoba aktivitas tersebut.
Pengalaman Mega menunjukkan bagaimana paddle board kini tidak hanya menjadi aktivitas wisata, tetapi juga menjadi bagian dari promosi pariwisata Sabang yang berkembang melalui kekuatan media sosial.
Dengan keindahan laut yang memukau, suasana yang tenang, serta pengalaman berbeda yang ditawarkan, paddle board perlahan menjelma menjadi primadona baru wisata bahari Sabang dan memperkaya pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke Sabang. (*)



