Sabang (Waspada Aceh) – Wisata bahari Kota Sabang terus berkembang dengan hadirnya berbagai aktivitas baru yang diminati wisatawan. Selain diving dan snorkeling yang selama ini menjadi andalan, olahraga air paddle board kini mulai menjadi tren dan menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan laut Sabang.
Paddle board merupakan olahraga air yang dilakukan dengan berdiri di atas papan sambil mengayuh menggunakan dayung. Aktivitas ini dinilai cocok dikembangkan di Sabang yang memiliki perairan tenang dan panorama laut yang indah.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang, Zulfikar, mengatakan munculnya aktivitas wisata baru seperti paddle board menjadi hal positif bagi perkembangan sektor pariwisata daerah.
“Pariwisata harus terus berkembang dan mengikuti tren. Paddle board ini sangat mendukung wisata bahari karena memberikan pilihan aktivitas baru bagi wisatawan yang datang ke Sabang,” kata Zulfikar kepada Waspadaaceh.com, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga didorong oleh kreativitas pelaku usaha wisata yang mampu membaca kebutuhan pasar dan tren wisatawan.
“Konsep pengembangan pariwisata tidak hanya dari pemerintah. Dunia usaha juga ikut berperan dalam membangun dan mempromosikan sektor pariwisata di Kota Sabang. Ketika ada aktivitas baru yang diminati wisatawan, tentu itu menjadi peluang yang baik,” ujarnya.
Zulfikar menilai kehadiran paddle board dapat melengkapi berbagai aktivitas wisata bahari yang telah berkembang sebelumnya, seperti diving, snorkeling, hingga wisata memancing. Aktivitas tersebut juga dinilai mampu menarik wisatawan yang ingin menikmati laut tanpa harus menyelam.
Wisata bahari sendiri masih menjadi daya tarik utama Kota Sabang. Kawasan Iboih dan Pulau Rubiah hingga kini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut dengan terumbu karang dan biota laut yang beragam.
“Memang yang paling menonjol di Sabang adalah wisata bahari, khususnya di kawasan Iboih dan Pulau Rubiah. Potensi ini terus kita dorong melalui promosi dan pengembangan berbagai aktivitas pendukung wisata bahari,” kata Zulfikar.
Selain menawarkan pengalaman berbeda, paddle board juga dianggap sebagai aktivitas wisata yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan mesin dan minim menimbulkan gangguan terhadap ekosistem laut.
Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas tersebut mulai banyak terlihat di sejumlah kawasan wisata pantai di Sabang dan kerap menjadi pilihan wisatawan untuk menikmati panorama laut serta mengabadikan momen di media sosial.
Dengan semakin beragamnya pilihan aktivitas wisata, Sabang diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi bahari unggulan di Indonesia sekaligus menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Weh. (*)



