Beranda Olahraga The New Goycochea

The New Goycochea

BERBAGI

Tampil berstatus kiper cadangan, karena kiper utama Nery Pumpido cidera, Goycochea justru menjelma menjadi andalan Argentina

—————

Catatan: Zacky Antony

INI bukan cerita soal Lionel Messi. Pemenang enam kali Ballon d’or yang menjadi icon Argentina. Selama perhelatan Copa America 2021, Messi membawa Argentina tak terkalahkan. Lima kali menang dan 1 kali seri. Dia menari-nari melewati pemain lawan. Memberi assist lalu mencetak gol. Dan kini bercokol sebagai top skorer sementara dengan 4 gol dan 5 assist.

Bukan. Pahlawan Argentina kali ini adalah seorang penjaga gawang. Dia bukan Sergio Goycochea. Sosok kiper paling menakutkan bagi lawan-lawan Agentina pada era awal 1990-an. Kepiawaian Goycoche utamanya saat adu penalti. Pada Piala Dunia 1990 dia menjadi pahlawan negeri Evita Peron. Bagi yang menonton Piala Dunia di Italia 31 tahun yang lalu, tentu masih ingat, bagaimana Goycochea membawa Argentina ke babak final setelah dua kali memenangkan adu penalti melawan Yugoslavia di perempatfinal dan menghempas Italia di semifinal.

Tampil berstatus kiper cadangan, karena kiper utama Nery Pumpido cidera, Goycochea justru menjelma menjadi andalan Argentina. Di perempatfinal dia menepis tiga sepakan pemain Yugoslavia, hingga Argentina lolos dengan kemenangan 3-2. Di semifinal, Goycochea juga menepis dua tendangan penalti dua pemain Italia, termasuk salah satunya sepakan Roberto Donadoni. Argentina menang 4-3 dan maju ke final menghadapi Jerman.

Kepahlawanan Goycochea berlanjut di Copa America 1993. Argentina bertemu Brasil di perempatfinal. Setelah bermain 1-1 di babak normal. Pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti. Goycochea mementahkan tendangan terakhir pemain Brasil. Argentina menang 6-5. Kemenangan atas Brasil membuat foto Goycochea menghiasi halaman utama surat-surat kabar di Argentina. Surat kabar Brasil juga ikut memuji. Salah satu yang saya ingat, ada Koran Brasil menulis _“Menyakitkan, Kita Dikalahkan Seorang Kiper.”_

Di babak semifinal Copa 1993 melawan Kolombia, Goycochea kembali menjadi pahlawan Argentina. Dia menepis tendangan terakhir pemain Kolombia dan membawa Argentina menang 6-5. Abiceleste kemudian menjadi juara setelah di final mengalahkan Meksiko 2-0. Itulah kali terakhir Argentina juara Copa America.

Final Ideal, Samba Vs Tango

Puasa gelar juara selama 28 tahun sangat menyakitkan bagi bangsa yang menjadikan sepakbola layaknya _“agama”_ kedua seperti Argentina. Puasa gelar itu berpeluang diakhiri tahun ini usai Argentina sukses melaju ke final Copa America 2021. Rabu (7/7) pagi, babak tos-tosan Argentina menyingkirkan Kolombia 3-2 setelah bermain sama kuat 1-1 selama 2 X 45 menit.

Kololosan Argentina ke final kali ini bak mengulangi cerita semifinal Copa America 1993. Lawan yang dikalahkan pun sama yakni Kolombia. Cara memenanginya juga sama. Adu penalti. Final ideal tercipta; tuan rumah Brasil Vs Argentina yang akan dipentas 11 Juli mendatang. Brasil lolos ke final usai menang tipis 1-0 atas Peru di semifinal.

Pahlawan Argentina kali ini adalah Emiliano Martinez. Penjaga gawang Aston Villa ini sukses memblok tiga penendang penalti Kolombia, Cavinson Sanchez, Yerry Mina dan Edwin Cardona. Gaya Martinez dalam membaca arah tendangan penalti lawan, mengingatkan publik pada sosok Goycochea.

Martinez adalah _the new Goycochea_ bagi fans tim Tango. Tampil dengan pengalaman Internasional masih minim, Martinez justru menunjukkan kebolehan bahwa dirinya memang layak menjadi pilihan utama Scaloni. Menjadi pemain utama berada di bawah mistar gawang Argentina.

Pertemuan Brasil Vs Argentina di final Copa America tahun ini sangat ditunggu-tunggu pecinta bola. Sudah lama publik menantikan duel dua tim bertetangga tapi menjadi rival abadi dalam sepakbola. Harapan tersajinya goyang Samba dan tarian Tango di partai puncak berpeluang terjadi di Piala Dunia 2014.

Saat itu, Brasil dan Argentina sama-sama melaju ke semifinal. Brasil bertemu Jerman. Argentina menghadapi Belanda. Pengamat sudah bikin prediksi, kedua tim akan bertemu di final. Sayang, Brasil tersingkir secara menyakitkan. Kalah 1-7 dari Jerman. Argentina memang mampu memukul Belanda. Tapi di final, Argentina kalah 0-1. Dan Messi pun harus menunda thropy yang sangat diidam-idamkannya.

Harapan itu akhirnya terwujud tahun ini. Usai Brasil menyingkirkan Peru, bintang Brasil Neymar dalam komentarnya kepada pers memang berharap Brasil bertemu Argentina. Inilah duel dua tim penguasa Amerika Latin. Sejak pertama kali dihelat 1916, Argentina masih unggul dengan 14 kali juara. Sedangkan Brasil dengan 9 kali juara. Tapi statistik ini bukan cerminan kondisi di lapangan. Brasil punya keunggulan menjadi tuan rumah sekaligus juara bertahan.

Duel Brasil Vs Argentina merupakan panggung bagi Neymar Vs Messi. Dua pemain top dunia saat ini. Di luar lapangan mereka adalah sahabat. Pernah bermain bersama Barcelona dan merengkuh gelar juara Liga Champion 2015. Tapi empat hari kedepan, keduanya akan bertemu bukan sebagai kawan. Tapi sebagai lawan.

Menarik menunggu pertandingan besar yang cukup langka ini. Apakah gocekan Neymar yang akan berbuah gol ka gawan _the new Goycochea_. Atau liukan Messi yang akan menerobos gawang Brasil. Ini saatnya menikmati tarian Samba versus goyangan Tango yang sangat populer.

Di tengah pandemi covid dan tingkat kematian yang tinggi, perasaan senang dan pikiran tenang akan membantu memperkuat imun. Sebab bahagia itu ada di hati. Bukan pada money. (**)

  • Penulis adalah wartawan yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu
BERBAGI