Beranda Profil “Tekad dan Niat” Antarkan M. Haffas Muttaqin Jadi Siswa Berprestasi di Aceh

“Tekad dan Niat” Antarkan M. Haffas Muttaqin Jadi Siswa Berprestasi di Aceh

BERBAGI
M. Haffas Muttaqin, siswa kelas 12 SMA Negeri Modal Bangsa, Blang Bintang, Aceh Besar, bersama ibundanya. (foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – M. Haffas Muttaqin, siswa kelas 12 dari SMA Negeri Modal Bangsa, Blang Bintang, Aceh Besar, siswa berprestasi di Aceh tahun 2021.

“Saat kita mengikuti sesuatu kegiatan ataupun event, kuatkan tekad dan niat lalu lakukanlah kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri kita,” kata Haffas saat dalam bincang-bincang dengan Waspadaaceh.com, Rabu (8/9/2021), terkait peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 62 tahun 2021.

Selain itu lanjutnya, jangan pernah lupa untuk berlatih yang kemudian diiringi doa dan restu orang tua serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Karena semua yang dilakukan dan didapatkan selama ini, tidak terlepas dari ridha dan kehendak dari Allah SWT, ucap Haffas yang juga seorang Hafidz Quran.

Siswa yang menyelesaikan pendidikan menengah pertama (MTsS MUQ) di Langsa ini juga punya trik dalam memotivasi diri untuk mencapai beberapa prestasi. Pertama, ucapnya, harus bisa mengatur kehidupan dengan lebih baik dan terarah serta bisa mencari jati diri serta bakat apa yang terpendam dari diri yang kemudian terus dilatih dan dikembangkan.

“Lebih menjalani hidup dengan santai tanpa berambisi yang terlalu berlebihan karena ada sebuah pepatah ‘berlian akan tetap menjadi berlian walaupun dicelupkan ke dalam lumpur’. Dari kalimat tersebut saya belajar bahwa kita tidak butuh agar bisa sama seperti hidup orang lain, jadilah versi terbaik dari diri kita, karena mentari tidak akan pernah bisa menyinari di malam hari,” tuturnya.

Motivasi terbesar menurutnya adalah tidak membuat orangtuanya kecewa. Berlandasakan tips dan motivasi tersebut, selama 2021 Haffas mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) membawa nama SMAN Modal Bangsa dan nama Aceh ke tingkat nasional, meraih mendali perunggu

Prestasi lain, sebutnya, pernah mengikuti Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) baca Puisi masuk dalam 10 besar.

Walaupun berbagai prestasi mampu ditorehkan, namun dia mengakui banyak kendala dalam proses pembelajaran. Di mana proses pembelajaran di masa pandemi ini tidak berjalan maksimal, sebutnya.

“Apalagi bagi siswa kelas 12 seperti saya sekarang, yang mana kami sebentar lagi akan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Seleksi ujian tersebut tidak mudah karena kurang maksimalnya pembelajaran di masa pandemi. Hal ini tentu membuat kami kewalahan dalam memahami materi pembelajaran,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pada moment Hardikda, siswa kelahiran 21 April 2004 ini berharap kepada Dinas Pendidikan Aceh dan pemerintah agar mutu pendidikan di Aceh dapat lebih ditingkatkan. Ke depannya dapat mengembangkan pendidikan yang merata hingga ke pelosok desa di Aceh.

“Juga menghadirkan guru-guru terbaik kepada seluruh siswa di Aceh dengan mengutamakan pendidikan karakter bagi siswa. Karena karakter merupakan hal yang menentukan kualitas suatu bangsa,” harapnya. (**)