Beranda Aceh Sudah Laksanakan Belajar Tatap Muka, Kasus COVID-19 di Aceh Barat Tidak Bertambah

Sudah Laksanakan Belajar Tatap Muka, Kasus COVID-19 di Aceh Barat Tidak Bertambah

BERBAGI
Bupati Aceh Barat, Ramli bersama Sekjen DPA Partai Aceh Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak di Banda Aceh, Senin (26/10-2020). (Foto/Aldin NL)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Bila masih banyak pemerintah daerah melarang pelaksanaan belajar tatap muka, karena khawatir sekolah akan menjadi klaster baru virus Corona, tidak demikian di Kabupaten Aceh Barat.

Seperti diungkapkan Bupati Aceh Barat, Ramli, kepada Waspadaaceh.com, Senin (26/10/2020), justru dia akan memberi sanksi kepada kepala sekolah yang menghambat belajar tatap muka di daerahnya.

“Sekolah-sekolah sudah kita instruksikan sejak lama belajar tatap muka, tapi pihak sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Bupati Ramli, yang sempat terpapar virus Corona beberapa waktu lalu.

Kata bupati, para pelajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMU/SMA di daerahnya, sudah mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka. Para siswa datang ke sekolah dengan memakai masker, dan pihak sekolah menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun. Bangku para siswa pun direnggangkan atau berjarak.

“Alhamdulillah, karena prokes ini dipatuhi, sejak diberlakukan belajar tatap muka, tidak ada penambahan jumlah kasus COVID-19 di Aceh Barat,” ujar Ramli yang ditemui saat berkunjung di kantor KONI Aceh di Banda Aceh.

Namun, Bupati Ramli tidak menyebutkan sudah berapa lama kebijakan belajar tatap mula dijalankan. Begitu pun tentang jumlah kasus COVID-19. Dia hanya menyebut, jumlah warganya yang terpapar Corona semakin berkurang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh Barat, Amril Nuthihar, pernah mengatakan kepada wartawan, tertanggal 21 Oktober 2020, dari 95 orang yang terpapar virus Corona sejak mewabahnya penyakit tersebut, 79 orang telah sembuh, 6 orang meninggal dunia dan 10 orang masih menjalani masa isolasi.

Sementara itu, jumlah suspek dalam pantauan sebanyak  16 orang, dan pasien kontak erat dalam pantauan sebanyak 77 orang.

Disebutkan, upaya mencegah dan mewaspadai virus tersebut sangatlah penting dilakukan secara bersama, sehingga wabah asal Wuhan, China, itu diharapkan terus menjauh dan menghilang dari Aceh.

“Saat ini angka kesembuhan terus bergerak naik dan yang masih terpapar kini tinggal sedikit lagi dan tinggal menunggu sembuh,” katanya.

Amril berharap penyebaran wabah tersebut kedepan akan terus menurun hingga selesai atau berakhir secara tuntas. Dengan demikian ruang gerak masyarakat akan semakin besar, terutama untuk aktifitas ekonomi.

“Kepada semua pihak kita harapkan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker saat ke tempat umum, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak, terlebih orang yang melakukan bepergian jauh,” harapnya. (B01)

BERBAGI