BerandaAcehStok Beras Aceh 54.378 Ton, Bulog: Warga Diminta Tak Panic Buying

Stok Beras Aceh 54.378 Ton, Bulog: Warga Diminta Tak Panic Buying

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Perum Bulog memastikan cadangan pangan pokok di Aceh masih berada pada level aman. Stok beras pemerintah yang dikuasai Bulog bahkan disebut cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa waktu ke depan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengatakan hingga saat ini cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog Aceh mencapai 54.378 ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena musim panen sedang berlangsung di sejumlah daerah.

“Stok beras yang dikuasai Bulog Aceh saat ini berada pada level sangat kuat, sekitar 54.378 ton. Dengan adanya panen di berbagai daerah serta penyerapan yang terus kami lakukan, stok dipastikan akan terus bertambah,” kata Ihsan dalam keterangannya, Senin (8/3/2026).

Secara nasional, kata dia, cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,74 juta ton. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 4,5–5 juta ton pada akhir Maret seiring meningkatnya penyerapan gabah dan beras dari petani.

Selain beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia. Ketersediaan komoditas tersebut ditopang kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng Minyakita setiap bulan untuk distribusi dalam negeri.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyebut dukungan kebijakan tersebut membuat distribusi minyak goreng tetap terjaga di pasar. “Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng melalui kebijakan DMO, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ujarnya.

Bulog juga memantau harga sejumlah bahan pokok di pasar masih relatif stabil. Kondisi ini dinilai menunjukkan pasokan pangan di tingkat distribusi masih mencukupi.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan maupun situasi global yang kerap memicu kekhawatiran terhadap pasokan pangan.

“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya,” kata Rizal.

Bulog bersama pemerintah, lanjut dia, terus memperkuat stabilitas pangan melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, penguatan distribusi, serta program stabilisasi harga untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok di pasar. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER