BerandaBeritaSkrining di Sunggal Ungkap Angka Mengkhawatirkan: 43 Persen Hipertensi, Hampir Separuh Peserta...

Skrining di Sunggal Ungkap Angka Mengkhawatirkan: 43 Persen Hipertensi, Hampir Separuh Peserta Obesitas

Medan (Waspada Aceh) – Hasil pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Posyandu Kenanga 11, Lingkungan XI, Kelurahan Sunggal, memunculkan temuan yang patut diwaspadai: dari sejumlah warga dewasa dan lanjut usia yang diskrining, 43,2 persen terdeteksi mengalami hipertensi, sementara 48,6 persen masuk kategori obesitas.

Pemeriksaan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk RESCUE-CARE: Penguatan Kader Kesehatan untuk Pemulihan dan Kesiapsiagaan Pascabencana Banjir pada Kelompok Rentan, yang digelar di wilayah binaan UPT Puskesmas Medan Sunggal, diikuti total 50 warga, mulai dari bayi, balita, hingga kelompok lansia.

Ketua Tim Pelaksana, Ns. Amila, M.Kep, Sp.Kep.MB, Selasa (21/7/2026), menjelaskan bahwa skrining ini bertujuan mendeteksi lebih dini risiko maupun kekambuhan penyakit seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga potensi stroke.

Selain pemeriksaan fisik, kader kesehatan juga dilatih untuk mengenali tanda bahaya, mencatat data secara teratur, serta memperkuat peran keluarga sebagai pendamping utama lansia, ibu hamil, dan anak-anak di masa pemulihan pascabencana.

Tak hanya tekanan darah dan berat badan, bagi kelompok usia produktif hingga lansia juga diperiksa indeks massa tubuh, kadar glukosa darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: 16,2 persen masuk kategori prediabetes, 18,9 persen menderita diabetes, 37,8 persen memiliki kolesterol ambang tinggi, 16,2 persen kolesterol tinggi, serta 18,9 persen kadar asam urat melebihi batas normal. Sementara untuk bayi dan balita, pemeriksaan difokuskan pada pengukuran berat badan, tinggi badan, dan penilaian status gizi.

Seluruh peserta yang menunjukkan hasil tidak normal langsung mendapatkan konseling individual dan dianjurkan segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas. Tim juga memberikan edukasi praktis mengenai cara mencegah serta mengelola hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan stroke.

“Temuan ini menegaskan betapa krusialnya skrining dan edukasi rutin lewat Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Semakin dini risiko terdeteksi, semakin besar peluang mencegah penyakit tidak menular berkembang menjadi lebih parah,” ujar Ns. Amila.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Dr. Donald Nababan, Siska Dwi Ningsih, M.Psi, petugas Puskesmas Medan Sunggal, kader kesehatan, serta mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia dan Universitas Sumatera Utara. Program RESCUE-CARE didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Diharapkan, sinergi ini dapat memperkuat jaringan pemantauan, edukasi, dan rujukan kesehatan bagi kelompok rentan di wilayah pascabencana. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER