Sejak Pandemi Landa Aceh, USK Catat 250 Dosen dan Pegawainya Terpapar COVID-19, 8 Meninggal

    BERBAGI
    Universitas Syiah Kuala (USK). (foto/cut nauval d)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Universitas Syiah Kuala (USK) mencatat bahwa sejak awal pandemi COVID-19 melanda Aceh tercatat bulan Maret 2020 hingga 2 Juni 2021, sedikitnya 250 orang dosen maupun pegawai USK terpapar COVID-19. Delapan orang diantaranya meninggal dunia.

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 USK, Safrizal Rahman, mengatakan karena para dosen dan tenaga staf di kampus itu terpapar corona, aktivitas belajar mengajar banyak yang tertunda dan dialihkan ke pembelajaran  daring.

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh itu juga menyebutkan, civitas yang terpapar virus COVID-19 kebanyakan terpapar dari transmisi lokal.

    Safrizal menyebutkan, delapan orang yang meninggal dunia sejak pertama pandemi tersebut karena memiliki penyakit penyerta. “Meski sudah lakukan pencegahan secara maksimal, namun pihak USK tidak dapat sepenuhnya mengontrol aktivitas para dosen dan staf,” tegasnya.

    Sementara itu Koordinator Humas USK, Chairil Munawir, kepada Waspadaaceh.com, Kamis (3/6/2021), mengatakan, untuk menjaga warga kampus, rektor memutuskan saat ini perkuliahan dilaksanakan secara daring.

    “Bahwasanya sebanyak 250 orang dosen dan pegawai USK yang terpapar COVID-19 tersebut merupakan akumulasi sejak awal pandemi COVID-19 melanda Aceh. Sejak awal Maret 2020 hingga informasi terakhir pada 2 Juni 2021,” ungkapnya.

    Kata Chairil, pasca Hari Raya Idul Fitri, ada peningkatan kasus COVID-19 sebanyak 94 kasus. “Setelah Lebaran ada 94 kasus COVID-19 di lingkungan USK,” lanjutnya.

    Chairil menambahkan bahwa pencegahan COVID-19 ini sudah dilakukan dengan maksimal. Namun katanya, pihak USK tidak dapat sepenuhnya mengawasi sekitar tiga ribu lebih dosen maupun staf di lingkungan USK.

    “Kita berharap semoga pandemi segera berakhir, agar perkuliahan bisa dilakukan secara normal. Semoga pegawai, staf maupun mahasiswa tetap mengedepankan protokol kesehatan, agar berkurang kasus COVID-19 ini,” ujarnya. (Cut Nauval Dafistri)