BerandaBeritaPresiden Prabowo: Pengungkapan Kasus Korupsi Bukti Hukum Berlaku Adil untuk Semua Kalangan

Presiden Prabowo: Pengungkapan Kasus Korupsi Bukti Hukum Berlaku Adil untuk Semua Kalangan

Mataram (Waspada Aceh) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai rangkaian pengungkapan kasus dugaan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum belakangan ini merupakan sebuah prestasi penting, yang tercapai dalam waktu relatif singkat meski menghadapi berbagai perlawanan.

Hal ini disampaikan Presiden guna menegaskan bahwa hukum di Indonesia berlaku setara bagi seluruh elemen bangsa, tanpa terkecuali kalangan berkuasa maupun kaya raya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian lima bendungan strategis nasional secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

“Kita bersyukur atas prestasi yang telah kita capai dalam waktu singkat, meski dihadapkan pada banyak perlawanan dari berbagai kelompok, terutama dari kalangan koruptor,” ujar Presiden.

“Dan kita tegaskan: hukum berlaku untuk semua orang, bukan hanya untuk mereka yang lemah, bukan pula hanya untuk orang kuat atau orang kaya saja.”

Presiden juga memastikan setiap langkah penegakan hukum yang diambil berjalan sepenuhnya sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia pun mengungkapkan keseriusan dan tantangan dalam menindak pelaku korupsi, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus menjaga proses hukum yang bersih dan akuntabel.

“Kadang saya bersyukur sudah pensiun, saat berhadapan dengan koruptor rasanya ingin langsung bertindak tegas. Namun semuanya harus tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku, itulah yang kita laksanakan dalam menegakkan keadilan,” tuturnya.

Selain membahas penegakan hukum, Presiden di NTB ditandai dengan peresmian lima bendungan strategis nasional secara serentak. Selain Bendungan Meninting di Lombok Barat, bendungan lain yang diresmikan meliputi Bendungan Keureuto dan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air, irigasi pertanian, serta penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam kepada masyarakat NTB yang selama ini senantiasa memberikan dukungan penuh kepadanya, bahkan di masa-masa yang belum berhasil meraih kemenangan.

“Saya sangat bangga bisa bertemu langsung dengan saudara-saudara sekalian di NTB. Masyarakat di sini sejak dulu selalu mendukung saya, meski pada beberapa kesempatan pemilihan umum saya belum berhasil, NTB tetap setia berdiri di samping saya. Rasanya saya masih memiliki banyak utang budi kepada rakyat NTB. Tenang saja, masih ada waktu dan kesempatan untuk membuktikannya,” ucapnya dengan nada hangat.

Presiden juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras selama bertahun-tahun hingga pembangunan bendungan ini akhirnya selesai dan dapat dimanfaatkan.

Ia menekankan bahwa pembangunan sebuah bangsa bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan perjuangan panjang yang berlangsung belasan hingga puluhan tahun, membutuhkan kesinambungan dan kerja sama seluruh pihak. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER