Tapaktuan (Waspada Aceh) – Kepolisian berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau perampokan bersenjata yang terjadi di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (18/7/2026), dalam waktu 11 jam setelah kejadian.
Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang pelaku berinisial MZ (28). Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan saat melakukan aksi perampokan.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, pelaku kini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut,” kata Joko, Minggu (19/7/2026).
Joko membenarkan bahwa MZ merupakan oknum anggota Polri. Menurut dia, penanganan perkara kini telah diambil alih oleh Polda Aceh agar proses penyidikan dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku telah mengakui perbuatannya. Motifnya diduga karena tekanan ekonomi. Namun, penyidikan akan terus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh fakta dalam perkara ini dapat terungkap dengan jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polda Aceh berkomitmen menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu meski pelaku merupakan anggota kepolisian.
Joko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Menurut dia, kepolisian akan membuktikan komitmennya melalui penegakan hukum yang tegas.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Kami memastikan bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh,” kata Joko. (*).



