Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaPanen Jagung Menurun, Pupuk Bersubsidi Langka di Aceh Selatan

Panen Jagung Menurun, Pupuk Bersubsidi Langka di Aceh Selatan

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Petani di Aceh Selatan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi sejak beberapa bulan terakhir. Padahal pupuk sangat penting untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Keuchik Krueng Kalee, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, Suardi, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (18/1/2020) mengatakan, selama ini petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga jauh lebih tinggi.

“Akibatnya lagi, hasil panen pertanian jangung dan padi kami kini menurun karena kurangnya pupuk,” kata Suardi yang juga petani jagung.

Di Gampong Krueng Kalee, rata-rata mata pencarian masyarakatnya dari pertanian jangung dan padi sawah. Luas lahan pertanian warga mencapai 50 hektare lebih. Karena itu petani di gampong itu sangat butuh pupuk bersubsidi tersebut.

“Pupuk bersubsidi sulit kita dapatkan seperti Urea, NPK, ZA dan SP36. Kita minta
pemerintah Aceh Selatan harus mencari solusi mengatasi kesulitan kami sebagai petani,” pintanya saat meninjau sawah warga.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Kecamatan Pasie Raja, Anwar, mengatakan, pupuk bersubsidi langka sejak bulan September 2019 hingga awal tahun 2020 ini di Kecamatan Pasie Raja.

“Persoalan langka pupuk bersubsidi bukan hanya daerah Aceh Selatan, tetapi hampir seluruh wialyah Aceh saat ini langka. Penyebabnya kita kurang mengetahui,” jelasnya.

Akibat langkanya pupuk bersubsidi, hasil petanian khusus daerah Kecamatan Pasie Raja, mengalami penurunan secara dratis. Bisanya dalam satu hektare lahan jangung dapat hasil panen mencapai 6 – 8 ton.

“Sekarang hasil panen janggung petani menurun hanya 2 – 3 ton, karena kurang dipupuk. Bahkan banyak petani kita di Kecamatan Pasie Raja, gagal panen,” pungkasnya.(Faisal)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER