BerandaAcehOrangtua Keluhkan Rute Pawai 1 Muharram DSI Aceh Terlalu Jauh di Tengah...

Orangtua Keluhkan Rute Pawai 1 Muharram DSI Aceh Terlalu Jauh di Tengah Hari

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggelar pawai Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah/2026, Selasa (16/6/2026). Namun, orangtua mengeluhkan rute yang terlalu jauh serta digelar pada siang panas terik.

Rute yang dilalui peserta pawai siswa SMP/SMA mencapai 4 Km, SD 1 Km dan PAUD sekitar 500 meter lebih. Rute dimulai dari Lapangan Blang Padang, Pendopo Gubernur, Simpang Kodim, Masjid Raya, Kodam, REX, Jembatan Peunayong, PLN Merduati, Pasar Aceh dan finish di depan BSI Masjid Raya.

Total rute yang dilalui siswa SMP/SMA mencapai 4 Km. Acara yang dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB, namun baru berjalan pukul 09.30 WIB, molor 2 jam dari jadwal awal. Akibat dari molornya jadwal tersebut, siswa harus mengelilingi kota Banda Aceh dengan panas terik dibawah sinar matahari.

Hingga pukul 11.30 WIB, pawai baru mencapai Jembatan Peunayong dan masih jauh dari titik akhir, atau finish. Panas matahari terik menyengat, membuat siswa terlihat dehidrasi.

“Pawai itu, mulai dari jam 7 pagi. Selesai jam 10 pagi, masih oke. Ini acara molor, anak-anak panas-panas terik jalan keliling kota, jadi dehidrasi. Kasihan kan, mereka. Panitia gak beres. Acara kesannya seremonial saja,” kata Yanti, salah satu orangtua siswa SMA yang ikut pawai.

Hal yang sama juga diungkapkan, Abdul Rasyid, yang memprotes molornya acara akibat keterlambatan pejabat datang yang membuat siswa ikut pawai harus berada di bawah terik matahari. Acara pawai tahun baru Islam ini khidmat, tapi terkesan seremonial semata.

“Ini acara seremonial saja. Tak ada kesan khidmat lagi. Panitia dan pejabat, coba anda yang ikut jalan pawai, tahan tidak?. Pikirikan anak-anak yang ikut pawai panas terik dibawah matahari,” ungkap Abdul dengan nada kesal.

Keluh kesah lain datang dari guru-guru yang ikut mendampingi siswa. Rute yang terlalu jauh, serta usia para guru yang sudah tidak lagi muda, dikeluhkan peserta.

“Kami sudah tua, disuruh ikut pawai. Tapi acara molor. Panas terik matahari, sampai dehidrasi begini. Mohon lah, tahun depan acara seperti ini dievaluasi,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai dari DSI Aceh mengenai keluhan orangtua tersebut. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER