Kamboja (Waspada Aceh) – Orang muda dari Indonesia, Myanmar, Kamboja, Filipina, dan Yordania menemukan sejumlah persoalan yang saling berkaitan ketika bertemu dalam Asia Regional Youth Gathering di Phnom Penh, Kamboja, 6-8 Agustus 2026.
Pertemuan yang diselenggarakan American Friends Service Committee (AFSC) tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman mengenai perubahan dan krisis iklim, perkembangan ruang digital, kondisi ekonomi, persoalan sosial, hingga isu perdamaian.
Dari Indonesia, empat orang muda mengikuti pertemuan itu, yakni Rika Yusrina dan Salsabila dari Aceh, Faydhatun Nadhiroh dari Yogyakarta, serta Rika Kristina Hanadi dari Nusa Tenggara Timur.
Sebelum mengikuti forum, peserta Indonesia membawa hasil analisis konteks mengenai situasi orang muda di Indonesia. Analisis tersebut disusun melalui proses diskusi dan pertukaran perspektif antarpemuda.
Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI) turut mendukung proses persiapan dan pendampingan peserta Indonesia, termasuk dalam refleksi, penyusunan analisis konteks, serta penguatan perspektif perdamaian dan keadilan sosial.
Selama tiga hari, peserta membandingkan pengalaman dari negara masing-masing. Dari proses tersebut, mereka melihat adanya persoalan yang memiliki kemiripan, meski muncul dalam konteks sosial dan kondisi yang berbeda.
“Pertemuan ini membuat kami melihat bahwa ada persoalan-persoalan yang sama sekaligus berbeda konteks di setiap negara, tetapi ada banyak hal yang ternyata saling terhubung,” ujar Rika Yusrina.
Menurut Rika, forum tersebut tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi orang muda. “Dari sana, kami belajar untuk tidak hanya melihat masalah, tetapi juga mencari kekuatan dan optimisme yang bisa menjadi dasar untuk bergerak,” katanya.
Belajar dari Tragedi Khmer Merah
Selain diskusi, peserta mengunjungi Choeung Ek Genocidal Center, situs memorial yang berkaitan dengan tragedi genosida Khmer Merah di Kamboja. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai sejarah kekerasan dan dampaknya terhadap masyarakat Kamboja.
Peserta melihat memorial, dokumentasi, serta penjelasan mengenai peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut. Kegiatan itu menjadi ruang refleksi mengenai dampak kekerasan terhadap masyarakat dan pentingnya pembelajaran sejarah dalam membangun perdamaian.
Sejumlah peserta menyampaikan harapan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. Salah satu pesan yang muncul dalam refleksi tersebut adalah pentingnya memastikan tidak ada lagi genosida di masa depan.
Peserta juga mendapatkan kesempatan belajar dari Forum Masa Depan Think Tank Kamboja. Dalam sesi tersebut, mereka membahas perubahan sosial dan peran orang muda dalam membaca perkembangan masyarakat serta membangun gagasan untuk masa depan.
Susun Analisis Konteks Asia
Dari rangkaian pertemuan tersebut, peserta kemudian bersama-sama mengembangkan analisis konteks tingkat Asia. Analisis tersebut merangkum berbagai isu, tantangan, serta keterhubungan persoalan yang dihadapi orang muda di sejumlah negara Asia.
Para peserta menyepakati rencana untuk melanjutkan proses melalui pengembangan kerangka analisis konteks Asia yang lebih mendalam. Kerangka itu akan digunakan sebagai referensi bersama untuk memahami isu-isu regional secara lebih terstruktur.
Selain itu, mereka mulai merancang kemungkinan inisiatif kolaboratif di tingkat Asia yang dapat digerakkan orang muda. Rencana tersebut mencakup penguatan solidaritas, pertukaran pengetahuan, serta aksi di komunitas masing-masing.
Bagi peserta Indonesia, forum tersebut menjadi kesempatan membawa pengalaman lokal ke ruang regional. Persoalan yang ditemukan di tingkat komunitas dapat dilihat kembali dalam konteks yang lebih luas, sementara pengalaman dari negara lain memberikan perspektif baru untuk memahami situasi di Indonesia.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih panjang antarpemuda Asia. Peserta berkomitmen melanjutkan pertukaran pengalaman, memperkuat analisis bersama, dan mengembangkan berbagai inisiatif sosial di komunitas masing-masing. (*)



