Kupang (Waspada Aceh) – Jumlah korban gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB, terus bertambah.
Berdasarkan pemutakhiran data terkini dari berbagai sumber di lapangan, diperkirakan sedikitnya 20 hingga 25 orang meninggal dunia, belasan lainnya menderita luka-luka, dan sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi menyelamatkan diri .
Kepala Basarnas Maumere, Fathur Rahman, melaporkan tim penyelamat sejauh ini telah menemukan sedikitnya 20 jenazah di tiga kabupaten terdampak terberat, yakni Sikka, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Delapan di antaranya ditemukan tertimbun longsoran di Desa Reok, Manggarai.
Enam orang mengalami luka berat dan telah dirujuk ke rumah sakit terdekat, sementara dua warga lainnya diyakini masih tertimbun di bawah material longsor yang menutup pemukiman .
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam keterangan awal menyebutkan lima orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa berlangsung, salah satunya di kawasan Pelabuhan Laurentius Say Maumere.
Angka ini terus meningkat seiring tim penyelamat mulai menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang terputus aksesnya akibat longsor dan putusnya komunikasi. Sebelumnya, BNPB mencatat satu hingga dua korban jiwa, namun angka itu dinilai belum mencerminkan kondisi sebenarnya karena banyak daerah terisolir dan belum terjangkau petugas .
Gempa berkekuatan besar dengan kedalaman 15 kilometer ini sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG mencatat gelombang kecil setinggi kurang dari satu meter di beberapa pantai sebelum akhirnya mencabut peringatan sekitar pukul 07.31 WIB karena tidak ada lagi kenaikan air laut yang membahayakan.
Meski demikian, ribuan warga di Nagekeo, Sikka, Manggarai, hingga wilayah pesisir lainnya berlarian menuju tempat yang lebih tinggi dalam kepanikan luar biasa.
Kerusakan meluas di sejumlah wilayah Flores: rumah-rumah roboh, tembok bangunan publik runtuh, fasilitas pelabuhan Maumere rusak, serta ruas jalan utama lintas Flores tertutup tanah dan batu longsor. Pemadaman listrik dan gangguan sinyal telekomunikasi menyulitkan upaya pencarian dan pertolongan. Trans-Flores Highway yang menjadi urat nadi transportasi pulau itu terputus di beberapa titik, membuat pengiriman bantuan menjadi terhambat .
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan tim darurat, helikopter, serta dukungan logistik dan peralatan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno dijadwalkan segera tiba di lokasi guna memimpin langsung operasi evakuasi dan pemulihan. Pemerintah pusat memastikan bantuan akan terus ditambah sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir lokasi-lokasi terdampak guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Puluhan gempa susulan terus mengguncang wilayah tersebut, membuat warga bertahan di tempat evakuasi dan belum berani kembali ke rumah masing-masing. (*)



