BerandaAcehGelar FGD, FISIP USK Kulik Partisipasi dan Tantangan Wartawan Perempuan di Aceh

Gelar FGD, FISIP USK Kulik Partisipasi dan Tantangan Wartawan Perempuan di Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Peran dan suara perempuan di dunia jurnalistik Aceh kini dikupas mendalam. Tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), di bawah pimpinan Dekan FISIP USK Dr. Hamdani M. Syam.

Peran jurnalis perempuan ini dikulik melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema partisipasi serta tantangan yang dihadapi wartawan perempuan di Tanah Rencong, berlangsung Selasa (29/9/2026) di VIP Room Sada Coffee, Lambhuk, Banda Aceh.

Kegiatan ini sebagai bagian dari penelitian khusus yang menyoroti perjalanan para jurnalis perempuan di Provinsi Aceh. Forum ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan: jurnalis perempuan, Ketua AJI Aceh, Ketua FJPI Aceh, pengamat media, mahasiswa Ilmu Komunikasi, serta seluruh tim peneliti.

“Forum ini menjadi ruang berharga untuk mendengar langsung realitas para wartawan perempuan di Aceh,” ujar Hamdani.

Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Aceh, Saniah, menegaskan adanya keunikan sekaligus kesetaraan dalam menjalankan tugas. “Dalam menulis, perempuan mengedepankan empati. Namun di lapangan, beban dan tanggung jawab tidak membedakan jenis kelamin, sama beratnya bagi perempuan maupun laki-laki,” ungkapnya.

Saniah juga menyampaikan harapan agar perguruan tinggi lebih proaktif mencetak jurnalis masa depan. “Kampus perlu membuka ruang khusus jurnalistik yang diajarkan langsung oleh praktisi. Hal ini penting agar minat menjadi wartawan terus tumbuh di kalangan mahasiswa, dan profesi ini tidak perlahan tenggelam,” imbuhnya.

Diskusi berjalan hangat dan terbuka, diawali dengan berbagi pengalaman langsung dari para wartawan perempuan yang telah mengarungi medan liputan. Berbagai pandangan dan pertanyaan bermunculan, memperkaya gambaran nyata tentang bagaimana posisi, peran, dan hambatan yang dialami jurnalis perempuan di Aceh.

Hasil FGD ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan maupun pengembangan pendidikan jurnalistik yang lebih inklusif dan berkeadilan. (Tsara Swissi)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER