Calang (Waspada Aceh) – Nelayan Lhok Calang, Kabupaten Aceh Jaya, mengeluhkan kondisi dermaga di tersebut karena fasilitasnya belum memadai dan mulai dangkal sehingga boat nelayan sulit sandar.
“Saat ini kendalanya masih banyak. Kedalaman belum mencukupi, dangkal. Fasilitas dermaga pun belum ada,” ujar Fauzi, pemilik boat pukat yang sering sandar di dermaga tersebut kepada Waspadaaceh.com, Rabu (4/8/2021).
Dia menjelaskan, untuk saat ini para nelayan dengan boat dalam kapasitas besar harus berusaha keras untuk bisa sandar. Hal itu dilakukan untuk menekan angka pengeluaran saat bongkar muat.
“Kalau di dermaga Lhok Rigaih, kami berlabuh di laut, tidak bisa langsung ke dermaga. Saat bongkar muat tentunya memerlukan boat kecil untuk sarana pengangkutan. Kalau di sini (Dermaga Lhok Calang) bisa langsung ke dermaga. Saat pasang surut, kami tidak bisa masuk untuk sandar karena dangkal,” jelasnya.
Fauzi menjelaskan, saat ini ada empat boat pukat yang sandar di dermaga Lhok Calang dan menunggu giliran bila ingin sandar. Kondisi tersebut tentunya akan sangat merugikan nelayan.
“Minimal, ke empat boat ini bisa sandar. Jika dermaga didukung dengan fasilitas memadai, boat-boat pukat dari Banda Aceh dan Idi pasti akan ikut sandar. Karena boat – boat tersebut juga ada yang mencari ikan di wilayah perairan Aceh Jaya,” terangnya.
“Kalau hasil tangkapan mereka tidak sesuai target, mereka tentunya tidak akan balik ke Banda Aceh. Mereka akan bongkar di sini dan ini akan sangat menguntungkan bagi daerah,” tambah Fauzi.
Fauzi berharap, dermaga di Lhok Calang segera dibangun dengan kapasitas yang memadai sehingga para nelayan pun dengan mudah berlabuh.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya harus turun untuk melihat langsung kondisi dermaga dan mendengarkan kendala yang sedang dihadapi para nelayan. Khusunya di Lhok Calang sehingga solusi pembangunan ke depan akan lebih terarah,” pungkasnya. (Zammil)