Muslim Eropa -Turki, Sumbang 90 Hewan Qurban untuk Masyarakat Aceh

    BERBAGI
    Yayasan Kafalah Indonesia menyerahkan hewan qurban sumbangan dari Hasene, komunitas Muslim di Eropa yang diperuntukkan bagi anak yatim dan fakir miskin di sejumlah kabupaten kota di Aceh. (Foto/ist).

    Banda Aceh (Waspada Aceh)- Yayasan Kafalah Indonesia menyerahkan bantuan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1442 H, sumbangan dari Hasene, sebuah komunitas Muslim di Eropa – Turki yang diperuntukkan bagi anak yatim dan fakir miskin di sejumlah kabupaten kota di Provinsi Aceh.

    Direktur Yayasan Kafalah Indonesia, Teungku Muqni Affan, mengatakan bantuan yang diserahkan berupa 90 ekor sapi. Rinciannya, 35 ekor sapi untuk Kabupaten Aceh Besar, 15 ekor sapi untuk Kabupaten Bireuen, 15 ekor sapi untuk Kabupaten Aceh Tengah, 3 ekor sapi untuk perbatasan Aceh Tenggara dan 2 ekor sapi untuk Pulo Aceh, Aceh Besar.

    Hewan qurban tersebut, kata dia, merupakan donasi dari para donatur Hasene, sebuah komunitas Muslim Turki di Jerman, yang disalurkan melalui Yayasan Kafalah Indonesia. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan di hari pertama dan kedua hari raya Idul Adha 1442.

    “Program qurban merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan semenjak terbentuknya Kafalah Indonesia. Hewan qurban yang disalurkan juga produk lokal yang tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat Aceh,” kata Muqni, Sabtu, (24/7/2021) di Banda Aceh.

    Sementara itu, Budayawan dan Sejarawan Aceh, Tarmizi A Hamid mengapresiasi Yayasan Kafalah Indonesia yang telah menyalurkan bantuan daging qurban dari masyarakat muslim Turki kepada masyarakat fakir miskin di Aceh.

    Kata Cek Midi, sapaan Tarmizi A Hamid, membuktikan bahwa Muslim Turki serta masyarakat Muslim internasional lainnya sangat peduli terhadap Aceh dari masa dahulu sampai sekarang.

    “Terima kasih Yayasan Kafalah Indonesia dengan tidak henti-hentinya melakukan lobi internasional dalam memberikan kemudahan bagi para yatim, fakir miskin di Aceh. Semoga Allah membalas yang setimpal kepada Kafalah Indonesia dalam membantu sesama Muslim,” ujar Cek Midi.

    Cek Midi menuturkan, sejarah Aceh mencatat hubungan negara-negara Eropa khususnya Turki memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama sosial budaya dengan Aceh yang erat. Masyarakat Muslim Turki terus melanjutkan estafet dari pendahulunya.

    “Semoga kegiatan ini terus berlangsung untuk kemaslahatan umat Muslim di manapun berada,” tuturnya. (Cut Nauval Dafistri)