Kamis, Juli 18, 2024
Google search engine
BerandaMinta Percepat Bangun Jembatan, Ratusan Warga Demo DPRK dan Bupati

Minta Percepat Bangun Jembatan, Ratusan Warga Demo DPRK dan Bupati

Meulaboh (Waspada Aceh) – Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Senin siang (21/1/2019), menggelar aksi unjukrasa ke DPRK dan kantor bupati di Meulaboh.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan rangka baja di daerah mereka. Jembatan rangka baja tersebut menghubungkan Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen.

Aksi unjukrasa tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, Satpol PP dan WH Aceh Barat.

Massa menggelar aksi unjukrasa di Kantor Bupati Aceh Barat di Meulaboh, mendesak percepatan pembangunan jembatan rangka baja yang menghubungkan Kecamatan Kaway XVI dengan Pante Ceureumen, Senin (21/1/2019). (Foto/Dedi Iskandar)
Massa menggelar aksi unjukrasa di Kantor Bupati Aceh Barat di Meulaboh, mendesak percepatan pembangunan jembatan rangka baja yang menghubungkan Kecamatan Kaway XVI dengan Pante Ceureumen, Senin (21/1/2019). (Foto/Dedi Iskandar)

Menurut salah seorang pendemo, sejak jembatan tersebut rusak pada awal November 2018, menyebabkan akses transportasi terputus dan menghambat perekonomian.

“Kami minta jembatan ini dibangun secepatnya, kalau terlalu lama masyarakat yang rugi,” kata Usman selaku koordinator aksi dalam orasinya.

Dibangun Tahun Ini

Bupati Aceh Barat H Ramli MS di hadapan massa menyatakan pemerintah daerah memastikan akan menuntaskan pembangunan jembatan rangka baja di lintasan Kecamatan Kaway XVI-Pante Ceureumen, dalam tahun ini.

Tapi menurut bupati, asalkan pembangunannya dilaksanakan di lokasi lain tidak jauh dari lokasi yang lama, yakni di Desa Keuramat, Kecamatan Kaway XVI.

“Kalau harus dibangun di lokasi lama, maka butuh waktu hingga empat tahun. Karena sesuai perkiraan tim teknis, risiko yang dihadapi sangat besar dan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar,” kata Ramli MS di hadapan pengunjukrasa.

Menurutnya, jika dibangun di lokasi lain yakni di Desa Keuramat, Kecamatan Kaway XVI, pembangunan tersebut dia pastikan dapat diselesaikan dalam tahun 2019.

Apalagi pemerintah daerah sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp20 miliar agar pembangunan di kawasan tersebut secepatnya diselesaikan tanpa merugikan masyarakat.

“Sekarang masyarakat pilih yang mana, minta dibangun di tempat yang lama tapi selesainya lama dan berisiko hukum, atau pilih di lokasi baru tapi cepat selesai dan tak ada masalah,” tanya bupati.

Mendengar pertanyaan ini, massa spontan berteriak agar jembatan tersebut tetap dibangun di lokasi baru dan massa siap mengamankan program tersebut.

Warga menyatakan setuju pembangunan lokasi jembatan di lokasi yang baru asalkan akses transportasi masyarakat tidak lagi terhambat.

Usai menggelar aksi, massa kemudian membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan ketat dari kepolisian Polres Aceh Barat. (b01/ded)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER