Beranda Profil Mengenal Almarhum H Anif, Pengusaha Dermawan Segudang Penghargaan

Mengenal Almarhum H Anif, Pengusaha Dermawan Segudang Penghargaan

BERBAGI
H Anif ketika menerima ucapan selamat dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat merayakan HUT ke 81 pada Senin 23 Maret 2020. (Foto/Waspada.id)

Medan (Waspada Aceh) – Pengusaha sukses yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat H Anif telah wafat pada Rabu (25/8/2021), sekitar pukul 04.15 WIB. H Anif yang juga ayahanda Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, ini juga terkenal dermawan dengan segudang penghargaan.

Namanya, bahkan menjadi salah satu nama gerbang tol di Kota Medan. Tidak tanggung, almarhum telah mendapatkan puluhan penghargaan baik di daerah maupun nasional.

Almarhum meninggalkan 9 orang anak, yakni Zainurah, Masturah, Chairunishah, Kahfilwara, Musa Ichwanshah, Dewi Pertiwi, Sri Rezeki, Musa Rajekshah dan Musa Idishah. Almarhum juga meninggalkan 29 orang cucu dan 7 orang cicit.

Kedermawanannya seperti gemar membantu rumah ibadah, sekolah dan kampus dan nak yatim piatu serta warga yang kurang mampu. H Anif yang kelahiran Perlanaan, Bandar, Kabupaten Simalungun, 23 Maret 1939 itu diagunerahi 67 penghargaan.

Di antaranya piagam penghargaannya, Anugerah Tanda Mitra dari Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Pancasila. Primakarya Dharma Award 1999 juga diberikan atas prestasi kerja dan kepedulian terhadap SDM, Kelestarian Lingkungan dan Kesosialan Kemasyarakatan Tingkat Nasional.

H Anif juga memperoleh predikat The Best Executive Award Insan Pejuang Demi Bangsa Menuju Milenium III tahun 1990-2000. Penghargaan lainnya juga diberikan dalam kegiatan ulang tahun Emas Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai donatur.

Piagam penghargaan dari Yayasan Pendidikan Marsipature Hutanabe atas partisipasi pembangunan SMA unggulan Sipirok, Tapanuli Selatan, oleh Raja Inal Siregar pada November 1995. Piagam penghargaan dari PMII atas partisipasi sebagai donatur studi bela negara pendidikan kader lanjutan tingkat nasional pada 5-18 November 1995 oleh Mayjen TNI Soedaryanto.

Piagam penghargaan pada MTQ ke XXVI tingkat Provinsi Sumut di Gunung Sitoli pada 10-17 Januari 1996 oleh Gubernur Raja Inal Siregar, piagam penghargaan dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumut atas dukungan moril dan materil H Anif pada pelaksanaan HUT ke 50 SPS pada 8 Juni 1996.

Piagam Anugerah Pers sebagai tanda penghormatan atas darma bakti, pengabdian, kepedulian & perhatian tulus terhadap kemajuan serta perkembangan pers, sehingga untuk mengenang jasa-jasa tersebut Anugerah Pers diberikan kepada H Anif pada 26 April 2000.

Piagam penghargaan dari Menteri Koperasi UMKM karena berhasil dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan UMKM tahun 2003. Piagam Penghargaan dari ASEAN INFO SARANA has awrded the Indonesian Best Executive 2005 di Jakarta pada 27 Mei 2005.

Selanjutnya piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup atas partisipasi H Anif sebagai donor bibit pohon dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkuangan dan Pembedayaan Masyarakat Drs Sudariyono.

Terkahir, piagam penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) dianugerahkan kepada H Anif sebagai individu yang merayakan ulang tahun (milad) dengan menyelenggarakan MTQ dengan jumlah peserta terbanyak pada Maret 2020.

H Anif juga mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa (DR HC) yang diberikan oleh Jakarta Institut Of Management Studies (JIMS) yang mendapatkan akreditasi dari World Association Of Universities and Colleges (WAUC) pada 21 Desember 1997 di Pan Pacific Hotel Singapore.

Almarhum H Anif juga pernah menduduki jabatan penting di berbagai lembaga dan organisasi, serta banyak menerima penghargaan. Almarhum menjabat Komisaris Utama PT Anugerah Langkat Makmur & Group, Presiden Komisaris PT Kurnia Sampali Asri.

Kemudian Pembina Yayasan H Anif, Ketua Harian Pengda Perbakin Sumut tahun 1983-2010, Ketua Dewan Penyantun di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Medan (sekarang UINSU) sejak 2008 hingga akhir hidupnya.

Almarhum juga pernah menjabat Ketua Gabungan Karya Pembangunan Indonesia (GAPKI) Sumut sejak 1987 sampai sekarang. Anggota Majelis Pimpinan Organisasi Pemuda Pancasila (PP) Pusat pada 2009 – 2014. Sebagai Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Indonesia mulai 2005 hingga sekarang.

“Raja Menggoyang Alam”

Mengutip dari tulisan jurnalis senior, Nurhalim Tanjung, peran H. Anif juga cukup dikenal dalam membangun kedamaian antar-desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang kemudian menggerakkan para tokoh masyarakat di Kecamatan Muara Batanggadis sepakat memberinya gelar “Raja Menggoyang Alam”. Almarhum H.Anif memang memiliki hak pengelolaan sarang burung walet yang terdapat di gua-gua daerah tersebut.

Alkisah, gelar ini dulu disandang seorang tokoh bermarga Nasution, yang merupakan sosok “pendamai” di tengah masyarakat desa-desa di sana. Tapi sejak tokoh itu wafat, masyarakat kehilangan sosok yang dapat merukunkan desa-desa yang kembali berkonflik.

Syukur, H. Anif datang ke tengah-tengah masyarakat di desa- desa Kecamatan Muara Batanggadis sebagai penerus gelar “Raja Menggoyang Alam”. Masyarakat menyambutnya sebagai “pagar hati” yang menentramkan desa-desa di sana.

Tapi kini “Raja Menggoyang Alam” ini juga telah wafat dalam usia 82 tahun, Rabu subuh (25/8/2021).

Sebelumnya, kabar kepergian H Anif disampaikan langsung anaknya yang kini menjabat Wagub Sumatera Utara, Musa Rajekshah, di rumah duka Jalan Tembakau Deli, Medan.

Almarhum dikebumikan di halaman masjid yang dibangunnya, yakni Masjid Al Musanif, Cemara Asri, Jalan Cemara, Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu siang (25/08/2021), bakda Zuhur.

“Mohon dimaafkan salah dan khilaf Almarhum Ayahanda kami,” kata Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck.

Musa Rajekshah juga mendoakan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebaikan, serta mengampuni dosa almarhum ayahanda tercinta. Dilimpahkan keberkahan kepadanya, serta diterangkan dan dilapangkan kuburnya.

Sebelum dikebumikan, Almarhum H Anif disemayamkan di rumah pribadi di Jalan Tembakau Deli, Medan. Sejumlah keluarga, kerabat termasuk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi datang ke rumah duka.(sulaiman achmad)