Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaAcehMemiliki 7.626 Hektare Lahan Sawah, Nagan Raya Salah Satu Lumbung Pangan di...

Memiliki 7.626 Hektare Lahan Sawah, Nagan Raya Salah Satu Lumbung Pangan di Aceh

Nagan Raya (Waspada Aceh) – Dengan memiliki luas areal persawahan mencapai 7626 hektare, Kabupaten Nagan Raya hingga sekarang masih dijuluki sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Aceh, kata Plt Kadistannak (Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan) Nagan Raya, Tarmizi, Jumat (19/8/2022) kepada Waspadaaceh.com.

Pada tahun 2022 ini, hasil panen gabah di Kabupaten Nagan Raya meningkat. Bahkan dalam 1 hektare lahan sawah, dapat memanen gabah mencapai hasil 6,5 ton/hektare. Itu pencapaian hasil yang sangat tinggi oleh petani di kabupaten tersebut, kata Tarmizi.

Dengan capaian hasil panen yang tinggi tersebut, Kabupaten Nagan Raya masih dijuluki sebagai lumbung pangan di Provinsi Aceh. Hasil gabah di wilayah itu menyebar ke kabupaten dan kota lain di Provinsi Aceh, bahkan ke Provinsi Sumatera Utara.

Tarmizi juga menambahkan, capaian tinggi panen gabah itu, tak lepas dari peran petugas BPP (Balai Penyuluh Lapangan) di setiap kecamatan di wilayah tersebut. Petugas BPP selalu memberikan penyuluhan kepada petani, baik tentang pembajakan serentak, tanam serentak serta penyuluhan antisipasi serangan dari berbagai hama penyakit.

Nagan Raya juga memiliki saluran irigasi Beutong yang cukup memadai untuk mengairi persawahan sehingga petani mampu meningkatkan hasil pertanian. Distannak Nagan Raya telah melakukan program peningkatan tanaman padi, antara lain bantuan saprodi komoditi padi gampang serta bantuan saprodi padi program BKK.

Bupati Nagan Raya, HM.Jamin Idham, saat panen perdana di Kecamatan Beutong pada tahun 2020. (Foto/Ist)

Selain itu juga telah diberikan bantuan saprodi komoditi padi PATB Pusat serta bantuan pemberdayaan kelompok penangkar benih. Diharapkan dengan bantuan itu petani dapat mengatasi segala persoalan dan kesulitannya.

Tarmizi juga menyebutkan, dalam rangka meningkatkan swasembada pangan, Nagan Raya mendapat dukungan melalui program Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, dalam mengembangkan berbagai program tanaman pangan dan palawija di Kabupaten Nagan Raya.

Plt Kadistannak (Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan) Nagan Raya, Tarmizi. (Foto/zul nagan)

Dalam rangka mengembangkan serta meningkatkan produksi pangan di wilayah itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh juga telah membantu berbagai bentuk dukungan, antara lain bantuan benih dan bibit, pupuk bersubsidi serta bantuan sarana dan prasarana lainnya.

Tujuan dukungan itu untuk memulihkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani tanaman pangan dan palawija, setelah dua tahun dilanda pandemi COVID-19. “Alhamdulillah, program tersebut sedang berjalan di Kabupaten Nagan Raya,” sebut Tarmizi.

Selain bantuan itu,Tarmizi juga mengatakan, Distanbun Aceh juga melakukan sosialisasi serta Bintek (bimbingan teknis) terhadap Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah itu agar program yang telah dicanangkan Pemerintah Aceh dapat berhasil serta bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Saiful Bahri, petani asal Gampong Cot Kuta Suka Makmue mengatakan, untuk mempertahankan hasil panen yang tinggi dia mengharapkan agar Dinas Pertanian Aceh dan Dinas Pertanian Kabupaten Nagan Raya, terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan supaya petani tidak mengalami gagal panen atau fuso.

“Dengan program pemerintah selama ini, patut diberikan apresiasi sehingga hasil penen di Kabupaten Nagan Raya cukup baik, dan menjadi lumbung pangan terbesar di Aceh,” ujarnya.

Saiful Bahri menambahkan, sosialisasi serta penyuluhan perlu terus ditingkatkan kepada petani, juga penyediaan pupuk bersubsidi harus tepat sasaran sehingga target pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Nagan Raya sebagai lumbung pangan terbesar di Aceh dapat terwujud. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER