Rabu, Juli 24, 2024
Google search engine
BerandaMahfud MD Isyaratkan RI Masuk ke Jurang Resesi Ekonomi

Mahfud MD Isyaratkan RI Masuk ke Jurang Resesi Ekonomi

Jakarta (Waspada Aceh) – Akhirnya pemerintah mengakui bahwa Indonesia berada di ambang resesi ekonomi sebagai dampak dari pandemi virus Corona atau COVID-19 yang melanda hampir seluruh dunia, termasuk tanah air.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahmud MD,  mengisyaratkan Indonesia masuk ke jurang resesi ekonomi pada kuartal ketiga ini. Pertumbuhan Ekonomi RI sudah terkontraksi hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020.

Resesi ekonomi terjadi apabila sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

“Bulan depan, hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia,” ujar Mahfud sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (31/8/2020).

Mahfud memprediksi, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi di rentang minus 0,5 persen hingga 2,2 persen. Namun, dia mengimbau masyarakat tidak perlu panik lantaran resesi ekonomi bukan berarti krisis.

“Tapi resesi itu bukan krisis,” katanya.

Selain itu, dia menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani, sebelumnya juga mengungkapkan potensi resesi ekonomi pada kuartal III 2020. Dia mengatakan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 0 persen sampai minus 2 persen.

Menkeu mengungkapkan proyeksi negatif muncul karena pemerintah melihat aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, yang mulai pulih sejak Juni lalu belum cukup kuat untuk berlanjut pada kuartal III.

Sri Mulyani menyebutkan, ada beberapa sektor usaha yang sudah berbalik positif, namun tidak sedikit yang justru kembali negatif seperti masa pertengahan pandemi COVID-19 mewabah di dalam negeri.

“Kami melihat pada kuartal III, down side-nya ternyata tetap menunjukkan suatu risiko yang nyata, jadi untuk kuartal III kami outlook-nya antara 0 persen hingga negatif 2 persen. Negatif 2 persen karena ada pergeseran dari pergerakan yang terlihat belum sangat solid, meskipun ada beberapa yang sudah positif,” ujar Sri Mulyani, belum lama ini. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER