Kamis, Juli 18, 2024
Google search engine
BerandaLantik Pj Wali Kota Amiruddin dan Pj Bupati Mahyuzar, Ini Pesan Pj...

Lantik Pj Wali Kota Amiruddin dan Pj Bupati Mahyuzar, Ini Pesan Pj Gubernur Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, menyampaikan sejumlah pesan saat melantik Mahyuzar sebagai Pj Bupati Aceh Utara dan Amiruddin sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (14/7/2023).

Sebagai pimpinan Pemerintah Aceh, Achmad Marzuki mengingatkan kepada dua pejabat yang dilantik agar membina komunikasi yang harmonis dengan para pihak. Terutama dengan legislatif, judikatif, para ulama dan elemen masyarakat lainnya.

Hal ini, kata dia, demi menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah. Dengan situasi yang aman dan terkendali, menurutnya aktivitas pembangunan tentu akan berjalan lancar.

Pj Gubernur Aceh, juga berpesan agar kedua Pj yang dilantik untuk menjalankan sistem pemerintahan secara transparan, akuntabel dan taat hukum dan membahas APBK tepat waktu, agar gerak pembangunan dapat dimulai lebih awal. Serta membenahi sistem Administrasi agar tertata dan terkelola dengan baik.

“Bangun team work yang solid agar program terbaik yang telah berjalan sebelumnya dapat terus berlanjut. Saudara juga perlu memberi perhatian bagi upaya penurunan kasus stunting di daerah masing-masing, sebab hal ini sangat mempengaruhi kualitas SDM generasi muda Aceh ke depan,” kata Achmad Marzuki.

Penjabat Gubernur mengingatkan, tingginya angka stunting di Banda Aceh dan Aceh Utara. Sesuai data BPS, Kabupaten Aceh Utara memiliki angka stunting 38,3 persen, sedangkan Kota Banda Aceh memiliki angka stunting 25,5 persen.

“Stunting di dua daerah ini lebih tinggi dari angka stunting nasional yang berkisar 21,6 persen. Perlu diingat, target kita tahun 2024 angka stunting Aceh berada pada kisaran 14 persen. Jadi hal ini harus menjadi perhatian saudara,” ujar Pj Gubernur.

Pj Gubernur mengingatkan kepada kedua pejabat untuk menunjukkan leadership yang baik dalam memimpin pemerintahan, serta mengoptimalkan potensi daerah agar mampu memberi daya ungkit bagi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu terkait inflasi, Pj Gubernur mengingatkan, meski hasil evaluasi yang baru dilakukan menunjukkan inflasi di Aceh kembali normal. Namun pada waktu tertentu selama tahun 2023 ini, Aceh pernah mengalami inflasi hingga 6,97 persen, jauh di atas inflasi nasional.

“Secara kumulatif inflasi dari Januari hingga Juni 2023 berkisar 1,01 persen, sedangkan inflasi tahunan, dari Juni 2022 sampai Juni 2023 berkisar 2,70 persen. Kasus memburuknya inflasi itu jangan terulang lagi,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar kedua pejabat ini mengoptimalkan kinerja TPID guna mengantisipasi terjadinya inflasi yang tak terkendali. Selain itu, distribusi pangan harus diperhatikan demi lancarnya supply dan demand, sehingga inflasi tahunan tidak lebih dari empat persen.

Pj Gubernur juga mengingatkan kedua kepala daerah untuk mendorong agar proses tahapan dan pelaksanaan Pemilu presiden, Pemilu legislatif dan Pilkada pada 2024 di wilayah masing-masing berjalan lancar. Sehingga masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya secara jujur, adil, aman, damai dan demokratis.

“Terima kasih saya sampaikan kepada saudara Pj Wali Kota Banda Aceh dan Pj Bupati Aceh Utara periode sebelumnya. Dan, Kepada Pj Wali Kota dan Pj Bupati yang baru, saya ucapkan selamat bekerja. Kepada seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Utara, saya imbau untuk memberi dukungan kepada kepala daerah ini,” tutupnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER