Beranda Aceh Ketua Komisi VI DPRA: Guru Gerbang Terdepan Memajukan Bangsa

Ketua Komisi VI DPRA: Guru Gerbang Terdepan Memajukan Bangsa

BERBAGI
Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah, mengatakan guru adalah gerbang terdepan dalam memajukan sebuah bangsa.

Irawan Abdullah menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, Minggu (21/11/2021), terkait peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional 2021.

Irawan meyebutkan, pendidikan merupakan solusi yang kongkrit dalam memajukan sebuah bangsa, dan dengan pendidikan pasti akan ada perubahan walaupun bukan dalam waktu yang dekat.

“Oleh karenanya, Dinas Pendidikan, guru semuanya menjadi gerbang terdepan dalam proses memajukan sebuah bangsa. Kalau sebuah bangsa ingin maju dan bermartabat, maka majukanlah bidang pendidikan. Karena pendidikan itu akan menentukan nasib daerah dan bangsa kita yang akan datang,” ucap Irawan.

Oleh karena itu, kata Irawan, perlu disampaikan kepada para dewan guru di Aceh dalam proses belajar mengajar, untuk melaksanakan tugas dengan ikhlas.

“Jangan sampai tugas mulia ini menjadi tuntutan yang berlebihan walaupun kewajiban hak seseorang itu menjadi program pemerintah yang harus diseriuskan, sehingga mencapai keinginan kita untuk mencapai Aceh Carong,” jelas Irawan.

Irawan melihat saat ini, keikhlasan pengabdian seorang guru semakin hari semakin luntur dan sangat berbeda dengan guru-guru terdahulu. Begitu pun masih banyak juga guru yang memang ikhlas dalam mengajar. Oleh karenanya semangat ini yang harus terus digaungkan kembali.

Irawan menuturkan, maindset guru harus dikembalikan dengan pendekatan pengabdian. Menjadi guru itu bukan semata ingin diangkat menjadi PNS saja.

Karena, ucap dia, jika dievaluasi kesiapan dari guru-guru yang ada di Aceh, dalam mendidik di tengah pandemi ini memang sangat beragam. Namun dia memberi apresiasi kepada para guru yang tetap bersemangat menunaikan tugasnya di tengah pandemi COVID-19. (Kia Rukiah)