Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, terus meluas. Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mendeteksi sedikitnya 280 hektare lahan telah terbakar berdasarkan analisis citra satelit hingga 8 Juni 2026.
Luas area yang terbakar terpantau berada di sekitar Desa Kuta Padang, Beurawang, dan Pange. Pemantauan menunjukkan kebakaran telah berlangsung lebih dari sepekan sejak titik panas pertama kali terdeteksi pada 28 Mei 2026.
Manajer GIS HAkA Lukmanul Hakim menjelaskan, pemantauan dilakukan menggunakan kombinasi data hotspot dari sensor VIIRS dan MODIS serta analisis citra satelit PlanetScope untuk menghitung luas area yang terdampak.
“Berdasarkan citra satelit terbaru, estimasi area terbakar mencapai sekitar 280 hektare. Titik panas masih terpantau hingga 7 Juni sehingga perlu dilakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi terkini,” jelasnya.
Menurut Lukman, kebakaran berpotensi terus meluas apabila titik api belum sepenuhnya padam, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan adanya angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Meski sebaran titik panas telah teridentifikasi, jumlah pasti titik api yang aktif masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui rekap data hotspot dan pengecekan langsung di lapangan.
Dia menilai langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Selain berisiko merusak ekosistem, karhutla juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan dampak kesehatan akibat asap.
Karena itu, HAkA mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait segera melakukan verifikasi lapangan, pemadaman, dan investigasi penyebab kebakaran.
“Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan di wilayahnya,”jelasnya.
Berdasarkan pemantauan HAkA, karhutla di Bubon menjadi salah satu kejadian kebakaran lahan terbesar yang terdeteksi di Aceh dalam beberapa pekan terakhir. Pencegahan dan penanganan dini dinilai menjadi kunci untuk menghindari meluasnya kebakaran ke kawasan lain. (*)



