Rabu, Mei 29, 2024
Google search engine
BerandaKabar TaniKadistanbun Aceh: 314 Ha Lahan Padi Terdampak Banjir Mendapat Asuransi Rp1,8 Miliar

Kadistanbun Aceh: 314 Ha Lahan Padi Terdampak Banjir Mendapat Asuransi Rp1,8 Miliar

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh sudah mengajukan klaim asuransi dari Jasindo untuk lahan padi yang rusak terkait musibah banjir yang melanda Aceh Utara.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh Cut Huzaimah mengatakan, melalui dana APBA dan APBN telah memberi bantuan premi (iuran) asuransi untuk petani kepada perusahaan asuransi Jasiondo. Kemudian karena petani gagal panen akibat banjir, maka petani mendapat klaim ganti rugi dari perusahaan asuransi Jasindo untuk 314 hektare tanaman yang gagal panen.

BACA: Tingkatkan Produksi Pangan Aceh, Distanbun Perlu Bekali Petani dengan Pengetahuan Budidaya

“Kita membantu masyarakat membayar premi asuransi dengan dana APBN dan dana APBA sehingga dapat ganti rugi 6 juta per hektare atau 1,8 miliar dari asuransi untuk 314 hektare lahan padi yang terkena banjir,” tuturnya.

Kadistanbun Cut Huzaimah menyampaikan hal itu pada saat Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki melakukan kunjungan kerja meninjau lokasi pertanian terdampak banjir di Gampong Cot U Sibak, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (23/10/2022).

BACA: Benihnya Bantuan dari Distanbun Aceh, Kini Petani Aceh Besar Mulai Panen

Kunjungan Pj Gubernur Aceh tersebut, kata Cut Huzaimah, untuk melihat serta melakukan evaluasi pencegahan banjir ke depannya. Sebab banjir yang melanda Aceh Utara dan Aceh Timur beberapa waktu lalu, telah memporak-porandakan lahan perhatian di wilayah itu.

Ribuan lahan persawahan yang sudah ditanami padi, mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Bencana banjir itu menimbulkan kerugian besar kepada para petani, khususnya sektor pertanian tanaman pangan, seperti padi, jagung dan jenis tanaman lainnya.

BACA: Tingkatkan Produktivitas Pangan di Aceh Tenggara, Distanbun Aceh Diminta Perbanyak Bangun Sarana dan Prasarana Pertanian

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki pada kesempatan itu menyampaikan, untuk mengatasi banjir di Aceh Utara, pada tahun 2023 perlu adanya normalisasi sungai di bagian muara dan memperbaiki tanggul yang jebol akibat banjir. (*)

Waspada Aceh on TV

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER