Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaHUT Waspada Ke-75, Ketua DPRA: Ruh dan Visi Misi Waspada Cukup Kuat

HUT Waspada Ke-75, Ketua DPRA: Ruh dan Visi Misi Waspada Cukup Kuat

“Terima kasih Waspada sudah mewarnai perjalanan Republik Indonesia, khususnya Provinsi Aceh, dengan tagline demi kebenaran dan keadilan”

‐————————–

Ruh Waspada dan visi misi dari pendirinya sangat kuat sekali dalam perjalanan Republik Indonesia,. Ini harus dijaga agar Waspada tetap menjadi media yang adaptif, mengedepankan kepentingan masyarakat luas, kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dahlan Jamaluddin.

Dahlan menyebutkan, fungsi pendidikan, fungsi informasi, serta sosial kontrol khas Harian Waspada perlu dipertahankan.

Demi kebenaran dan keadilan merupakan motto yang diemban oleh salah satu media tertua di Sumatera ini yang kini sudah menginjak usia 75 tahun.

Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin menilai di usia Harian Waspada ke 75 ini, Waspada menjadi salah satu media besar yang mampu bertahan di tengah gempuran era digitalisasi.

Waspada menjadi media yang mampu bertahan mulai dari era orde baru, orde lama, hingga di masa kebebasan pers seperti saat ini. Waspada juga tetap eksis menghadapi masa pandemi COVID-19.

“Ruh Waspada sejak awal visi misinya dari pendirinya sangat kuat sekali dalam perjalanan Republik Indonesia. Ini harus dijaga, tetap menjadi media yang adaptif, mengedepankan kepentingan masyarakat luas, fungsi pendidikan, fungsi informasi, serta kontrol sosial khas ini perlu dipertahankan,“ kata Dahlan saat menerima tim Waspada di ruangannya, Kamis (6/1/2022).

Dahlan berharap, pada usia 75 tahun Waspada tumbuh menjadi media yang tak hanya berhasil memenuhi kebutuhan informasi peristiwa, namun Waspada juga menjadi media yang berperan dalam edukasi, pemberdayaan dan kontrol sosial. Waspada harus tetap menyampaikan pesan menggerakkan masyarakat, menggerakkan pemerintah agar berpihak kepada masyarakat.

Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, SIP bersama Kepala Biro Waspada Banda Aceh, Aldin NL, saat wawancara terkait HUT Waspada ke 75 tahun, pekan lalu di ruang kerjanya. (Foto/Ist)

Waspada juga bisa memotivasi menggerakkan ekonomi Aceh, untuk keluar dari persoalan kemiskinan, pengangguran, kesehatan dan stunting.

Begitu juga dalam pembangunan Aceh, Dahlan juga berharap agar media Waspada bisa bersinergi dalam merawat dan menjaga perdamaian Aceh.

“Ada hal yang lebih penting, sebagai wilayah yang pernah mengalami konflik berkepanjangan, dan kemudian adanya politik damai setelah MoU Helsinki, ini harus dirawat. Pentingnya penguatan perdamaian, pentingnya keberlanjutan perdamaian, dan kesejahteraan masyarakat, maka peran edukasi ini yang penting,” tutur Dahlan Jamaluddin yang politisi Partai Aceh tersebut.

Dahlan berharap Waspada bisa melakukan liputan mendalam (dept news) berita yang menyajikan permasalahan secara lengkap, mendalam dan analistik, mencari solusi dari sebuah persoalan.

“Seperti kondisi hari ini sedang banjir di mana-mana. Kalau peristiwa sangat cepat beredar di medsos. Maka kita perlu yang indept, inilah yang membedakan informasi yang bersumber dari media sosial dengan media Waspada. Apa yang mestinya harus dilakukan, bagaimana program jangka panjang kedepan, ini harus dimiliki oleh jurnalis media Waspada,” ujarnya.

Menurutnya, Waspada membuktikan bahwa keteguhan komitmen menjalani visi misinya sukses membawa namanya menapaki satu persatu tangga pencapaian. Dalam konteks pembangunan Aceh, Dahlan berharap agar media Waspada dalam pemberitaannya terus merawat harapan masyarakat, untul cita-cita kesejahteraan dan keadilannya.

Kata Dahlan, Waspada sebagai media besar, dikenal cukup mampu memengaruhui publik. Waspada memiliki jurnalisme yang positif, di mana informasi atau berita yang disajikan bersifat edukatif dan inspiratif.

“Kalau waktu saya kecil Waspada itu bacaan wajib. Saya masih ingat betul di Ulee Glee tempat saya, masih jam 3 pasti sudah masuk koran Waspada. Karena Waspada sudah memulai, mencatat, merekam segala peristiwa perjalanan Republik Indonesia tidak hanya Aceh dan Sumatera Utara, tapi secara nasional.”

“Mengingat perkembangan teknologi dan revolusi industri yang terjadi saat ini, identitas banyak media semakin kabur, dan mau tak mau media Waspada harus adaptif,” tutur Dahlan.

Dahlan menyarankan agar pemberitaan Waspada di Aceh khususnya cetak, bisa lebih cepat beredar. Koran Waspada hendaknya bisa terdistribusi di pagi hari. Solusinya agar Waspada mungkin bisa melakukan cetak jarak jauh.

“Selamat Ulang Tahun Harian Waspada ke 75. Terima kasih Waspada sudah mewarnai perjalanan Republik Indonesia, khususnya Provinsi Aceh, dengan tagline demi kebenaran dan keadilan. Kita berharap agar Waspad terus menyuarakan kebenaran dan keadilan,” pesan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin. (Cut Nauval )

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER