BerandaAcehGubernur Lemhannas Tegaskan, Sabang Tak Boleh Lagi Hanya Penonton di Selat Malaka

Gubernur Lemhannas Tegaskan, Sabang Tak Boleh Lagi Hanya Penonton di Selat Malaka

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Setelah puluhan tahun berjalan di tempat, Sabang akhirnya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., dalam jumpa pers usai Seminar Nasional bertema “Sabang sebagai Gerbang Strategis Pertumbuhan Ekonomi, Kedaulatan Maritim, dan Ketahanan Energi Nasional” yang digelar di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (3/11/2026).

“Sabang kita dorong menjadi kekuatan nasional, dan akan dikembangkan menjadi pelabuhan internasional,” tegas Ace Hasan.

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika, melainkan respons nyata terhadap dua tantangan besar yang mengancam posisi strategis Indonesia di kawasan barat: ketergantungan tinggi terhadap pelabuhan Singapura dan Malaysia, serta rencana pembangunan Terusan Kra di Thailand yang berpotensi mengubah peta pelayaran dunia.

Selama ini, sekitar 80 persen arus barang dan perdagangan Indonesia masih harus transit di pelabuhan-pelabuhan luar negeri, terutama Singapura dan Port Klang. Kondisi ini membuat Indonesia terus mengeluarkan devisa besar, padahal Sabang berada tepat di mulut Selat Malaka, jalur pelayaran tersibuk di dunia.

“Bangsa kita harus punya kemampuan menghadapi tantangan itu. Posisi strategis dan potensi besar yang kita miliki harus kita optimalkan. Sabang tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di jalur laut yang melewati depan mata kita,” ujarnya.

Mubadala Masuk, Sabang Siap Jadi Pusat Energi dan Logistik Maritim

Kunci transformasi Sabang, menurut Ace Hasan, tidak lagi bertumpu pada sektor pelabuhan peti kemas semata, melainkan pada pengembangan sektor energi dan jasa maritim. Masuknya Mubadala Energy untuk mengelola Blok Andaman di perairan utara Sabang menjadi momentum utama yang akan mendorong peran Sabang sebagai pusat ketahanan energi nasional.

“Ini menjadikan Sabang sebagai proyek strategis nasional. Sabang akan menjadi kekuatan baru ketahanan energi wilayah barat Indonesia,” jelasnya.

Dengan konsep Strategic Anchorage, Bunkering Centre, dan Shorebase Nasional, Sabang dirancang menjadi pusat pengisian bahan bakar kapal, pangkalan logistik, serta pusat jasa perbaikan kapal bertaraf internasional.

Selain itu, kawasan ini akan berfungsi sebagai pangkalan darat utama bagi kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas di Blok Andaman dan perairan sekitarnya.

“Selain manfaat ekonomi, kehadiran Sabang sebagai pelabuhan internasional juga memungkinkan negara untuk mengawasi secara langsung aktivitas di perairan kita, sekaligus memperkuat kedaulatan maritim di ujung barat Nusantara,” tambahnya.

Sinergi Kunci, Hadapi Terusan Kra

Ace Hasan mengingatkan keberhasilan revitalisasi Pelabuhan Bebas Sabang sangat bergantung pada kesatuan langkah antar-pemangku kepentingan. Sinergi antara BUMN, dunia usaha, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah harus terbangun dengan kuat agar rencana besar ini tidak kembali sekadar menjadi wacana.

“Kita pastikan sinergisitas antara BUMN, dunia usaha, serta pemerintah pusat dan daerah, dengan merencanakan kebutuhan secara matang agar Sabang benar-benar menjadi pelabuhan internasional yang berkelas,” tegasnya.

Ditanya mengenai rencana Terusan Kra di Thailand yang diprediksi akan mengalihkan sebagian arus kapal dari Selat Malaka, Ace Hasan menegaskan Indonesia tidak boleh sekadar menunggu dan terpengaruh oleh perubahan tersebut.

“Kita tidak boleh kalah oleh letak geografis negara lain. Jawabannya bukan menentang, tetapi meningkatkan kualitas layanan kita sendiri. Kita semua harus terus mendorong dan berinisiatif menjadikan Sabang pelabuhan dengan layanan bertaraf dunia, sehingga tetap menjadi pilihan utama pelaku pelayaran dunia,” pungkasnya.

Kegiatan seminar dan jumpa pers turut disaksikan oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Dr. Zulkarnain; CEO Trans Continent, Ismail Rasyid; Prof. Dr. Safrizal, M.A. selaku Ketua Ikatan Keluarga Lemhannas (IKAL) Aceh; serta para pejabat dan Staf Ahli Lemhannas RI. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER