Jakarta (Waspada Aceh) – Jumlah korban jiwa akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang wilayah pesisir Karibia, Venezuela, terus meningkat. Hingga laporan terbaru yang dirilis, tercatat sedikitnya 920 orang telah meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 warga dilaporkan masih dinyatakan hilang.
Proses pencarian dan pertolongan korban selamat kini melibatkan dukungan tim penyelamat dari 17 negara guna menjangkau wilayah terdampak yang luas.
Dua peristiwa gempa berkekuatan M 7,2 dan M 7,5 terjadi secara berurutan pada Rabu, 24 Juni 2026. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengkategorikannya sebagai gempa kembar, yang menimbulkan guncangan bertubi-tubi sehingga meruntuhkan ratusan bangunan tempat tinggal, gedung fasilitas umum, serta merusak parah jaringan jalan, jembatan, dan sistem kelistrikan.
Kerusakan infrastruktur yang meluas menjadi salah satu kendala utama dalam menyalurkan bantuan ke lokasi bencana.
Kemarahan warga terhadap pemerintah Venezuela semakin memuncak seiring dengan lambatnya penanganan pascabencana. Di sejumlah daerah terdampak, keterbatasan peralatan berat dan pasokan bantuan mendesak membuat keluarga korban serta relawan terpaksa membongkar tumpukan puing bangunan hanya dengan tangan kosong dan peralatan sederhana. Hal ini memperlambat proses pencarian kemungkinan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Ketidakpuasan itu terlihat jelas ketika Presiden Sementara Delcy Rodriguez mengunjungi kawasan terdampak di ibu kota Caracas pada Sabtu (27/6/2026). Warga secara terbuka menyampaikan protes, menganggap otoritas pusat tidak segera bertindak memberikan bantuan makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, serta layanan kesehatan yang memadai.
Organisasi seperti Palang Merah Internasional dan lembaga bantuan PBB telah mengirimkan dukungan tenaga dan logistik, namun distribusi terhambat oleh kerusakan akses jalan dan sistem komunikasi yang terputus. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus memperbarui data korban, mengingat jumlah warga yang hilang bisa berubah seiring dengan ditemukannya korban selamat maupun jenazah di lokasi penyelamatan.
Masyarakat internasional mendesak pemerintah Venezuela untuk membuka akses seluas-luasnya bagi bantuan luar negeri guna mempercepat penanganan dan meringankan penderitaan warga terdampak. (*)



