Beranda Aceh Fachrul Razi Lapor Ke Menpan/RB Soal Tenaga Honorer di Aceh

Fachrul Razi Lapor Ke Menpan/RB Soal Tenaga Honorer di Aceh

BERBAGI

Banda Aceh (WaspadaAceh): Anggota DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP, melaporkan kepada Menpan/RB, Asman Abnur, beberapa permasalahan tenaga honorer di Aceh yang saat ini membutuhkan penyelesaian segera.

Aceh sampai saat ini, kata Fachrul di hadapan Menpan/RB, masih menyisakan permaslahan yang tinggi berkaitan dengan nasib tenaga honorer dan temuan di beberapa kabupaten/kota.

Senator muda Aceh yang membidangi masalah Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi ini, memaparkan beberapa temuan terkait nasib tenaga honorer di Aceh. Hal itu disampaikannya pada Rapat Kerja DPD RI dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan/RB) membahas kinerja kementerian hingga masalah tenaga honorer, di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Rabu(21/3).

Fachrul Razi menyatakan kekecewaannya kepada Kementerian PAN/RB yang hingga saat ini telah melakukan pergantian beberapa kali menteri, namun masalah tenaga honorer tidak kunjung selesai.

Di Aceh menurut laporan Fachrul Razi kepada Menteri, terdapat ribuan tenaga honorer yang bekerja di sekolah negeri dan swasta. Mereka ada yang menjadi tenaga honorer dalam waktu yang cukup lama namun belum diverifikasi.

“Bahkan temuan kami, banyak tenaga honorer yang tidak bergaji selama bertahun tahun, sementara mereka bekerja luar biasa, ini negara macam apa?” kesal Fachrul Razi kepada Menteri.

Fachrul Razi menegaskan bahwa akibat kebijakan pusat, banyak tenaga honorer yang harus diputus kerja dan menyebabkan pengangguran baru. Kasus di Bener Meriah, terdapat 4.286 orang dan 826 tenaga bakti di Pemerintah Kabupaten Bener Meriah akan segera berakhir atau dirumahkan.

hal ini menurut Fachrul Razi sangat tidak logis dan merugikan tenaga honorer yang sudah bekerja selama bertahun-tahun. “Seharusnya mereka di PNS kan bukan dipecat,” tegas Fachrul Razi.

Sementara itu temuan di Aceh Barat, Fachrul Razi melaporkan kepada menteri bahwa sebanyak 400-an tenaga honorer K2 di Aceh Barat belum diangkat menjadi PNS. Kasus ini juga terjadi di hampir seluruh Aceh seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara dan kabupaten/kota lainnya. Fachrul Razi meminta Menteri Asman Abnur untuk mencari solusi secara cepat dan melakukan pengangkatan PNS sebagai solusi terhadap masalah ini.

Menteri PAN/RB, Asman Abnur, mengutarakan bahwa tugas kementeriannya saat ini melayani 87 Kementerian/Lembaga, 98 Lembaga Non Struktural, Seluruh ASN di 34 Provinsi, 514 Kab/kota serta hal-hal terkait ASN dan penyelengaraan negara termasuk masalah tenaga honorer.

“Sampai saat ini sekitar 6.296 tenaga honor di garis depan sudah diangkat tapi tidak boleh pindah ke kota, sebaran harus diatur. Selain itu 6.058 tenaga penyuluh pertanian, 39.090 tenaga bidan juga sudah diangkat. Solusi akan dicarikan bagi yang sudah bekerja 15 – 20 tahun tapi belum diangkat,” jelasnya.

Asman Abnur berjanji akan mencari solusi yang tepat bagi tenaga honorer tersebut.(b01)

BERBAGI