BerandaInternasionalDrone Houthi Serang Wilayah Makkah, Arab Saudi Siaga Hadapi Serangan

Drone Houthi Serang Wilayah Makkah, Arab Saudi Siaga Hadapi Serangan

Jakarta (Waspada Aceh) – Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah kembali berada di titik nadir setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi tindakan pencegatan terhadap drone milik milisi Houthi Yaman. Drone tempur tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara di kawasan Makkah sebelum menyasar target vital.

“Sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi telah dicegat dan dihancurkan di wilayah Makkah,” tulis koalisi tersebut dalam sebuah unggahan di X yang dikutip AFP, Jumat (30/10/2026).

Pencegatan di Makkah ini melengkapi rentetan serangan lintas batas yang diklaim oleh pihak Houthi sepanjang pekan ini. Melalui juru bicara militernya, Yahya Saree, kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan enam gelombang serangan terkoordinasi yang menyasar infrastruktur strategis di Arab Saudi dari pesisir timur hingga barat.

Berdasarkan klaim Houthi, fasilitas yang menjadi sasaran meliputi kilang minyak Ras Tanura dan Rabigh, fasilitas energi Aramco di Abqaiq, serta markas militer di Najran. Selain itu, serangan juga diarahkan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.

Juru bicara Koalisi Saudi, Turki al-Maliki, mengonfirmasi bahwa pertahanan udara kerajaan juga berhasil menembak jatuh dua rudal balistik yang mengarah ke ibu kota Riyadh. Pihak Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan satu warga sipil mengalami luka-luka akibat jatuhnya serpihan proyektil hasil pencegatan tersebut.

Eskalasi serangan udara ini terbilang sangat ironis mengingat insiden terjadi hanya berselang beberapa hari setelah digelarnya pertemuan diplomatik langka di Tehran, Iran. Pertemuan tingkat tinggi tersebut sejatinya dirancang untuk meredakan ketegangan militer di kawasan Teluk.

Pertemuan di Tehran tersebut dipimpin oleh Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei, serta dihadiri oleh Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman, Panglima Militer Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin. Para pihak sepakat untuk terus memelihara saluran komunikasi guna mencegah kembalinya eskalasi militer.

Namun, pengintensifan serangan Houthi pascapertemuan tersebut menunjukkan rentannya kesepakatan diplomasi di tingkat regional. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional turut melayangkan desakan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas guna menghentikan agresi Houthi.

Kendati terus dihantam serangan proyektil dan drone, pihak Arab Saudi menegaskan bahwa komitmen penyelenggaraan berbagai agenda besar di kerajaan, termasuk persiapan Piala Asia 2027, akan tetap berjalan sesuai jadwal dengan pengawalan ketat sistem keamanan nasional.(*)

Sumber : Beritasatu.com

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER