Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaNasionalDihadang Badai saat ke Pulo Aceh, Pelayanan KB Tetap Berjalan

Dihadang Badai saat ke Pulo Aceh, Pelayanan KB Tetap Berjalan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pulo Aceh merupakan pulau terluar di Kabupaten Aceh Besar. Letaknya berada di Samudera Hindia. Di sinilah Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh menggelar kegiatan penggerakan layanan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Layanan KB MKJP ini dilakukan di Puskesmas Pulo Aceh, Selasa (5/9/2023), diberikan secara gratis dan melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

BACA: BKKBN Aceh Segera Tindak Lanjut MoU dengan 24 Faskes TNI

“Penggerakan pelayanan KB MKJP kali ini kita lakukan di pulau paling barat Indonesia. Sebelumnya sudah dilakukan pelayanan serupa di sini namun capaiannya tahun lalu cukup rendah karena kurangnya edukasi mengenai KB MKJP,” jelas Nurhayati, tim dari Perwakilan BKKBN Aceh.

Kegiatan pelayanan ini digiatkan BKKBN Aceh bertujuan meningkatkan layanan KB di wilayah dan sasaran khusus kepulauan.

Untuk mencapai pulau ini bukanlah sebuah perjalanan indah dan menyenangkan. Betapa tidak, tim dari BKKBN Aceh dan lima orang bidan dari IBI melakukan perjalanan menuju lokasi dengan menggunakan perahu nelayan.

Meski dihadang badai, mereka tetap bertolak dari dermaga lama Ulee Lheue, Banda Aceh, sebelum akhirnya tiba di tujuan dua jam kemudian.

BACA: Mupen BKKBN Wujudkan Kehadiran Negara di Masyarakat

Demi memeratakan layanan KB hingga wilayah terluar, tim Nurhayati harus berjuang mempertaruhkan nyawa. Bukan kali ini saja. Tugas mulia dan menantang itu bukan barang baru bagi tim layanan KB di wilayah kepulauan.

“Kami sangat senang dengan antusias para akseptor yang ikut pelayanan KB MKJP yang kami lakukan hari ini,” Nurhayati berujar dengan wajah sumringah dibarengi peluh yang menempel didahinya.

Betapa tidak, hari itu, timnya berhasil “menjaring” 39 akseptor. Sebanyak 12 akseptor IUD dan 27 akseptor implan. Untuk diketahui, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di 17 desa yang ada di Kecamatan Pulo Aceh tercatat sebanyak 785 PUS.

BACA: BKKBN Aceh Kejar Target Jaring Akseptor KB

Dibalik keberhasilan itu, penyuluh lapangan keluarga berencanca (PLKB) setempat tentu memiliki peran besar dalam menghimpun puluhan akseptor tersebut.

“Rasanya perjuangan tim kami menempuh hujan dan badai selama dua jam di atas kapal kayu saat perjalanan ke Pulo Aceh kemarin cukup terbayarkan,” tambah Nurhayati ceria.

Selain melakukan penggerakan pelayanan KB MKJP, tim BKKBN Aceh juga memberikan edukasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan Percepatan Penurunan Stunting, khususnya terkait kesehatan reproduksi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER