Senin, Juli 15, 2024
Google search engine
BerandaSumutDensus 88 Distrakter Bom Rakitan Milik Teroris Medan

Densus 88 Distrakter Bom Rakitan Milik Teroris Medan

Medan — Bom rakitan milik teroris yang termasuk jaringan kelompok pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu, kembali didisposal dengan cara distrakter oleh tim gabungan dari Densus 88 dan Polda Sumut, di Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/11/2019).

Bom yang didisposal kali ini merupakan barang bukti dari hasil penggeledahan polisi di rumah milik Has, jaringan teroris kelompok bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

“Bom yang kita disposal ini ditemukan di tambak milik Has di Canang Kering, Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Medan. Disposal kali ini, kita menggunakan metode pendistrakteran,” kata Kasubden Jibom Gegana Brimob Polda Sumut, AKP Daud Pelawi, Kamis (21/11/2019).

Daud menjelaskan, proses pendistrakteran berbeda dengan metode disposal bom yang dilaksanakan pada Senin (18/11/2019). “Kalau kemarin kita disposal dengan cara dihancurkan. Maka ini kita cerai-beraikan,” jelasnya.

Dalam proses pendistrakteran, tim Jibom memisahkan semua komponen yang ada dari rangkaian bom tersebut. “Jadi kita pisahkan dari casingnya, kabel switchnnya, dan inisiator, serta isiannya berupa paku dan beberapa komponen lainnya,” ujarnya.

Daud menerangkan, bom yang dilakukan disposal masuk dalam kategori low eksplosif. “Tapi kita tidak bicara high atau low-nya. Tapi besar dampaknya,” tambah Daud.

Sebelumnya di lokasi yang sama, Densus 88 dan Polda Sumut melaksanakan disposal dua bom, barang bukti yang disita di sebuah tambak di Sicanang, milik tersangka An. Tim gabungan juga memusnahkan sejumlah bahan dasar pembuatan bom dengan cara pembakaran.

Hingga saat ini Densus 88 dan Polda Sumut telah mengamakan 30 tersangka terkait kasus bom bunuh diri dengan terduga pelaku RMN alias Dd, 24, di Mapolrestabes Medan, pada Rabu (13/11/2019).

Di antara 30 tersangka, tiga meninggal dunia. Sementara dari 27 lainnya, lima diantaranya perempuan. Saat ini para tersangka masih berada di Mako Brimob dan Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER