BerandaBeritaCeline Evangelista: Cinta Seorang Ibu Ketika Harus Merelakan Putrinya Mondok di Pesantren

Celine Evangelista: Cinta Seorang Ibu Ketika Harus Merelakan Putrinya Mondok di Pesantren

Jakarta (Waspada Aceh) – Di antara ribuan cerita tentang kasih sayang ibu, ada satu yang menyentuh hati dari Celine Evangelista. Aktris yang dikenal ceria dan penuh semangat ini membagikan momen paling dalam dan penuh perasaan, saat ia harus melepas putri sulungnya, Jemima, untuk menempuh pendidikan di pesantren.

Sebuah langkah yang bagi dirinya adalah ujian terbesar tentang arti cinta yang sesungguhnya: belajar untuk merelakan.

Momen penuh haru itu dibagikan Celine lewat unggahan di media sosialnya pada Minggu, 5 Juli 2026. Dalam foto yang dibagikan, terlihat ibu dan anak itu berdiri berdekatan, sama-sama mengenakan gamis dan kerudung berwarna hitam.

Celine tampak tenang namun matanya menyimpan cerita yang mendalam, dengan cadar yang menutupi sebagian wajahnya, seolah ingin menyembunyikan rintik air mata yang tak tertahan.

Bagi setiap ibu, melepas anak tercinta pergi jauh dari pelukan adalah hal yang tak mudah. Dan Celine pun merasakannya dengan sangat nyata. Ia mengakui bahwa di balik keputusan itu, ada pergolakan batin yang besar.

“Masyaallah, hari ini aku belajar tentang bentuk cinta yang paling berat: ‘merelakan’,” tulis Celine dengan tulus dalam keterangan fotonya.

“Mengantar anakku jauh bukan karena ingin berjauhan, tetapi karena ingin dia tumbuh lebih dekat kepada Allah, lebih mandiri, dan lebih berilmu.”

Kejujuran perasaannya terasa begitu dekat dengan hati setiap orang tua. Ia tak menyembunyikan betapa beratnya melangkah meninggalkan putri kesayangannya di lingkungan baru yang asing.

“Jujur, hati aku enggak sanggup waktu mau tinggalin dia. Rasanya aku ingin terus melihatnya, terus menemaninya setiap saat. Sampai saat waktunya aku harus pulang pun, aku masih diam-diam mengintip dia di masjid, seolah ingin memastikan berkali-kali: apakah dia baik-baik saja di sini?” kenangnya.

Namun perlahan, kecemasan itu tergantikan oleh keyakinan dan ketenangan hati. Ia menyadari bahwa kasih sayang tak selamanya harus diwujudkan dengan kebersamaan fisik setiap saat. Ada kalanya, cinta yang tulus justru diuji dan ditunjukkan lewat keberanian untuk melepaskan.

“Tapi aku sadar, ada saatnya cinta harus diwujudkan dengan keikhlasan, bukan hanya kebersamaan. Insyaallah, Allah menjadikan setiap langkah kaki kakak saat menuntut ilmu ini sebagai jalan yang menuju ridha-Nya,” lanjutnya penuh harap.

Keputusan memasukkan Jemima ke pesantren bukanlah langkah yang diambil sembarangan. Celine berharap, di tempat yang penuh kedamaian ini, putrinya dapat tumbuh menjadi pribadi yang kokoh imannya, lembut hatinya, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Aku berdoa semoga Allah menjaga kakak di setiap sujudnya, melindunginya dari segala keburukan, menguatkan imannya, dan membentuk akhlaknya menjadi yang paling mulia. Semoga kelak kakak menjadi anak yang bermanfaat bagi agama, bagi keluarga, dan bagi semua orang,” ucapnya tulus.

Meski kini mereka tak lagi berteduh di bawah atap yang sama, Celine memandang perpisahan ini bukan sebagai akhir dari kedekatan, melainkan awal dari sebuah perjalanan berharga.

“Meski kita enggak lagi berada di atap yang sama, semoga perpisahan sementara ini menjadi awal dari pertemuan yang jauh lebih indah nanti. Saat mommy datang lagi ke sini, semoga bisa melihat kakak tumbuh menjadi pribadi yang Allah cintai,” tulisnya menutup pesan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER