BerandaAcehRatusan Huntap Mulai Dibangun di Bireuen

Ratusan Huntap Mulai Dibangun di Bireuen

Bireuen (Waspada Aceh) – Sebanyak 152 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana mulai dibangun secara bertahap di Kabupaten Bireuen.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah pihak swasta.

Menurut Muhajir, pembangunan huntap tahap I dilakukan di sejumlah desa terdampak bencana yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan progres pekerjaan yang bervariasi, mulai dari tahap penempatan material hingga pemasangan dinding.

“Pembangunan ini diharapkan dapat berjalan lancar sehingga para penyintas yang rumahnya dinyatakan rusak berat atau hilang berdasarkan hasil verifikasi BNPB dapat segera menempati hunian yang layak,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Minggu, 12 April 2026, BNPB membangun huntap di Desa Kuala Ceurape, Bugeng, dan Alue Bayeu Utang di Kecamatan Jangka. Di Kuala Ceurape, sebanyak 20 unit telah mulai dikerjakan dengan progres pemasangan hebel, plasteran, pondasi, hingga onsite material.

Sementara itu, 10 unit di Desa Bugeng juga sedang dalam tahap pengerjaan, dan satu unit di Alue Bayeu Utang masih pada tahap penempatan material.

Pembangunan juga dilakukan di Desa Balee Panah dan Paya Cut, Kecamatan Juli. Di Balee Panah, sebanyak 17 unit huntap tengah dikerjakan dengan berbagai tahapan, seperti pemasangan hebel dan kusen, pondasi, serta bouwplank (boplang). Selain itu, tiga unit huntap contoh telah lebih dahulu dibangun pada Maret 2026.

Dua unit huntap relokasi milik warga Kuala Ceurape yang dibangun di Desa Alue Kuta telah memasuki tahap penempatan material. Hal serupa juga terjadi pada lima unit huntap di Desa Kapa, Kecamatan Peusangan.

Selain BNPB, sejumlah pihak swasta turut berkontribusi dalam pembangunan huntap. Owner PT Blang Keutumba, H. Subarni A. Gani, mendonasikan pembangunan sebanyak 60 unit huntap yang tersebar di beberapa desa. Masing-masing 10 unit dibangun di Desa Balee Panah, Teupin Mane, dan Simpang Jaya di Kecamatan Juli, serta 10 unit di Desa Alue Limeng dan 10 unit di Desa Salah Sirong.

Namun, pembangunan di Salah Sirong belum dapat dimulai karena kendala pengiriman material. Beberapa unit tambahan juga dibangun di Desa Kubu, Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, dengan progres yang bervariasi hingga mencapai sekitar 50 persen.

Lembaga kemanusiaan DT Peduli juga mengambil bagian dengan membangun 45 unit huntap di Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Pekerjaan tersebut dimulai pada Senin, 13 April 2026, dengan tahap pemasangan bouwplank.

Sementara itu, PT Takabeya Perkasa Group membangun tujuh unit huntap di Kecamatan Gandapura, masing-masing satu unit di Desa Blang Guron, Cot Tufah, Cubo, dan Teupin Siron, serta tiga unit di Desa Samuti Aman.

Dari jumlah tersebut, lima unit telah memasuki tahap pemasangan dinding, sedangkan dua unit lainnya telah selesai pada tahap bouwplank.

Muhajir menambahkan, sinergi antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bireuen.

“Pemerintah Kabupaten Bireuen mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan huntap tahap I ini dapat segera rampung sehingga para penyintas dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman di hunian yang lebih layak. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER