Aceh Besar (Waspada Aceh) – Kenaikan harga plastik kemasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada usaha laundry di Aceh Besar. Sejumlah pelaku usaha terpaksa menaikkan tarif jasa cuci karena biaya operasional meningkat.
Pemilik Rina Laundry di Aceh Besar, Rina, mengatakan harga plastik kemasan laundry naik drastis hingga sekitar 50 persen dari harga sebelumnya.
“Kami pun terkejut, kok tiba-tiba harga plastik sudah mahal. Dulu sekitar Rp30 ribu per pak, sekarang sudah Rp50 ribu, bahkan ada yang sampai Rp70 ribu,” kata Rina, Jumat (3/4/2026).
Menurut dia, plastik menjadi kebutuhan utama dalam usaha laundry untuk mengemas pakaian pelanggan yang telah dicuci dan disetrika. Kenaikan harga bahan tersebut berdampak langsung pada biaya operasional harian.
Rina mengaku terpaksa menaikkan tarif jasa laundry, meski dilakukan secara bertahap agar tidak memberatkan pelanggan. Harga cuci gosok yang sebelumnya Rp6.000 per kilogram kini naik menjadi Rp7.000 per kilogram.
“Kami juga hati-hati naikkan harga, tidak langsung tinggi karena kasihan pelanggan. Tapi mau tidak mau harus naik sedikit supaya usaha tetap jalan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Sarah, pemilik Jaya Laundry di Aceh Besar. Ia mengatakan kenaikan harga plastik membuat biaya operasional usaha laundry meningkat karena setiap pakaian pelanggan harus dikemas menggunakan plastik.
“Sekarang hampir semua bahan naik, terutama plastik kemasan. Mau tidak mau kami harus menyesuaikan harga, karena kalau tidak, biaya operasional tidak tertutup,” kata Sarah.
Menurutnya, kenaikan harga tidak bisa dihindari karena plastik merupakan bagian penting dalam usaha laundry.
Meski demikian, ia mengaku tetap berusaha menjaga pelanggan agar tidak beralih ke tempat lain.
“Kami tidak berani naikkan harga terlalu tinggi, takut pelanggan lari. Jadi naiknya sedikit-sedikit saja,” ujarnya.
Untuk diketahui, kenaikan harga plastik di Indonesia sendiri disebut dipicu gangguan pasokan bahan baku plastik berupa nafta dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik.
Kondisi tersebut menyebabkan harga berbagai bahan kemasan, termasuk kantong plastik dan kemasan makanan, ikut melonjak.
Dampaknya mulai dirasakan pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk usaha laundry yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan utama. Para pelaku usaha berharap harga plastik dapat kembali stabil agar biaya operasional tidak semakin tinggi dan harga jasa laundry tetap terjangkau bagi masyarakat. (*)



