Jakarta (Waspada Aceh) – Da’i Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menarik Indonesia dari Board of Peace (BoP) menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Desakan tersebut disampaikan Bachtiar Nasir melalui pernyataan dikutip Waspadaaceh.com dari kanal YouTube miliknya pada, Kamis (2/4/2026). Dalam pernyataannya, ia menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB.
“Duka yang sangat mendalam dan doa yang paling tulus untuk para syuhada perdamaian dunia, patriot-patriot sejati TNI di pasukan perdamaian bersama PBB di UNIFIL,” kata Bachtiar Nasir yang akrab disapa “UBN” dalam pernyataannya.
Adapun tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Ramadan, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan. Ia menyebut mereka sebagai putra terbaik bangsa yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia.
Dalam pernyataannya, Bachtiar juga mengecam serangan terhadap pasukan perdamaian yang menurutnya merupakan pelanggaran hukum internasional.
“Serangan yang disengaja terhadap personel misi perdamaian merupakan pelanggaran berat hukum internasional,” ujar UBN.
Selain itu, ia mendesak pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi keterlibatan dalam Board of Peace dan mempertimbangkan penarikan Indonesia dari struktur tersebut.
“Kami mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan langkah tegas dan terukur menarik Indonesia dari Board of Peace,” lanjut UBN.
Menurut dia, secara legal dan moral keberadaan Indonesia dalam struktur tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Di akhir pernyataannya, Bachtiar Nasir juga menyampaikan dukungan kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas di dalam maupun luar negeri.
“Kepada seluruh prajurit Tentara Nasional Republik Indonesia di mana pun berada, inilah suara rakyat untuk TNI. TNI adalah rakyat dan rakyat adalah TNI,” ujarnya. (*)



