Bireuen (Waspada Aceh) – Sejak 13 Maret 2026 lalu, arus lalu lintas dari Banda Aceh menuju Medan di Jembatan Darurat Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, menjadi satu arah atau one way.
Untuk arus dari Medan menuju Banda Aceh, harus melewati Jembatan Darurat Awe Geutah. Hal itu dilakukan untuk bisa mengurai kepadatan kendaraan yang melintas karena mobilitas tinggi selama Lebaran tahun 2026.
Pantauan di lapangan, dari sejumlah laporan warga, meski telah disediakan lintasan dua alternatif, namun kemacetan tetap terjadi. Kemacetan bahkan mengular panjang hingga 2-5 Km di dua arah tersebut pada pagi hingga sore dan malam.
Lalu, kapan waktu terbaik melintasi kedua jembatan tersebut agar terhindar dari kepadatan kendaraan dan macet panjang.
Laporan Waspadaaceh langsung di lokasi, Selasa (24/3/2026) dini hari, pukul 04.30 WIB, suasana di Jembatan Darurat Kuta Blang, ternyata sepi dari kendaraan pada dini hari. Kendaraan yang terlihat melintas di jembatan itu hanya beberapa unit.
Sejumlah warga juga mengungkap selain waktu dini hari, waktu terbaik melintasi Jembatan Kuta Blang, baik dari Banda Aceh menuju Medan atau sebaliknya, adalah saat tengah malam di atas pukul 23.00 WIB.
“Kalau di atas itu, sedikit kendaraan yang melintas. Karena mobilitas warga di sini itu, biasanya hanya sampai malam hari maksimal jam 23.00 WIB saja. Itu sudah maksimal,” ungkap seorang pedagang di sekitaran lokasi tersebut.
Macet tetap terjadi di luar waktu tersebut karena kendaraan warga dan mobilitas selama lebaran bertambah.
Untuk itu masyarakat disarankan agar melintasi jembatan itu, pada tengah malam hingga dini hari, guna menghindari kepadatan berlebihan yang berakibat kemacetan. (*)



