Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Dosen Pendidikan Fisika pada Universitas Samudra (Unsam) Langsa, bersama tim mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyalurkan bubur bergizi bagi warga terdampak banjir di Desa Seuneubok Baro Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (26/2/2026).
Ketua tim pelaksana, Wardatul Husna mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam menjaga dan memulihkan asupan gizi masyarakat yang sempat terganggu akibat terbatasnya ketersediaan pangan.
“Bubur bergizi dipilih sebagai alternatif pangan siap konsumsi yang praktis dan mudah dicerna oleh seluruh kelompok usia,” ujar Wardatul Husna, Jumat (27/2/2026).
Wardatul Husna menjelaskan pemenuhan gizi pada masa tanggap darurat merupakan langkah penting dalam menjaga daya tahan tubuh masyarakat pascabencana.
“Pada masa pemulihan pascabanjir, ketersediaan makanan bergizi belum sepenuhnya stabil. Karena itu, kami menghadirkan bubur bergizi sebagai solusi sederhana namun tepat guna untuk membantu menjaga daya tahan tubuh masyarakat” ujarnya.
Selain pendistribusian bubur bergizi, kegiatan ini, kata Wardatul Husna juga disertai edukasi gizi sederhana kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang dan pemilihan makanan yang aman pascabanjir.
“Pelaksanaan kegiatan turut berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan perangkat desa setempat guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Penyaluran bubur bergizi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran program ini dinilai membantu meringankan kebutuhan pangan harian serta memberikan rasa tenang karena adanya dukungan nyata terhadap kondisi kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Seuneubok Baro dapat mempertahankan kondisi kesehatan serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Program pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa. (*)



