Jakarta (Waspada Aceh) – Rencana Indonesia untuk memiliki kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, semakin menunjukkan keseriusan yang nyata.
Selain terus melanjutkan proses negosiasi dengan pemerintah Italia sebagai negara asal kapal, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) juga telah mengambil langkah konkret di dalam negeri dengan memulai penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista strategis tersebut.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul memberikan update terbaru terkait progres pengadaan kapal induk ini pada Jumat (20/2/2026). Ia membenarkan bahwa dialog antara pemerintah Indonesia dan Italia masih berjalan intens.
Meskipun kapal berbobot 13 ribu ton itu belum bersandar di perairan Indonesia, TNI AL tidak menunda persiapan yang diperlukan. Tunggul menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk menyiapkan awak kapal yang akan mengoperasikan Giuseppe Garibaldi nantinya.
Hingga saat ini, TNI AL belum dapat membeberkan detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis kapal, rencana integrasi drone, maupun calon komandan yang akan memimpin kapal induk tersebut.
Tunggul meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hingga seluruh kesepakatan dalam negosiasi rampung sepenuhnya. “Detail informasi terkait kapal induk, akan kami sampaikan setelah proses negosiasi selesai antara Indonesia dan Italia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali juga telah menyampaikan target waktu kedatangan kapal induk ini. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (12/2/2026), Ali menyebutkan bahwa harapannya Giuseppe Garibaldi bisa tiba di Indonesia sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI yang akan jatuh pada 5 Oktober 2026 mendatang.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujar Ali.
Keseriusan Indonesia dalam merencanakan pengoperasian kapal induk juga tercermin dari langkah diplomasi militer yang dilakukan. Baru-baru ini, delegasi TNI AL yang dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksda Yayan Sofiyan melakukan kunjungan ke kapal induk Angkatan Laut Thailand, HTMS Chakri Naruebet. Kunjungan tersebut bertujuan untuk bertukar pikiran dan pengalaman mengenai operasional kapal induk di kawasan ASEAN, sebagai persiapan bagi TNI AL dalam mengoperasikan Giuseppe Garibaldi di masa depan.
Langkah-langkah ini menandakan bahwa kehadiran kapal induk pertama dalam armada TNI AL bukan sekadar wacana, melainkan sebuah rencana yang sedang diupayakan secara sungguh-sungguh, baik melalui jalur diplomasi internasional maupun persiapan internal yang matang. (*)



