Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengalaman menjalani operasi usus buntu dengan biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan membuat Amelita (39), seorang guru SD, menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan dan memastikan status kepesertaan tetap aktif.
Saat ditemui di Banda Aceh, Jumat (30/10), Amelita menceritakan pernah memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) sejak 2010, ketika masih dikelola PT Askes (Persero). Ia kemudian menggunakan layanan BPJS Kesehatan untuk menjalani operasi usus buntu saat berada di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurutnya, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat membantu, terutama untuk membiayai pengobatan yang membutuhkan biaya besar.
“BPJS Kesehatan sangat membantu sekali, terutama saat saya harus menjalani operasi usus buntu yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Saya bersyukur dengan adanya Program JKN karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan,” ujarnya.
Namun, setelah pindah dan menetap di Aceh pada 2020, kepesertaan JKN Amelita menjadi nonaktif akibat tunggakan iuran. Kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil membuatnya kesulitan membayar iuran.
Untuk mencari solusi, ia mendatangi Kantor BPJS Kesehatan pada Jumat (30/10) guna berkonsultasi mengenai pelunasan tunggakan melalui program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB).
Amelita mengaku mendapat arahan petugas terkait program tersebut serta informasi mengenai kepesertaan JKA yang terintegrasi dengan JKN.
“Program REHAB sangat membantu karena pembayaran tunggakan bisa dilakukan secara bertahap. Saya juga mendapat informasi mengenai Program JKA yang terintegrasi dengan JKN,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Amelita mengajak masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar tidak mengalami kendala ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ia juga mengapresiasi pemerintah dan BPJS Kesehatan atas manfaat yang diterimanya selama menjalani operasi hingga perawatan pascaoperasi.
“Biaya operasi usus buntu dan perawatan lanjutan saya ditanggung BPJS Kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya. Tidak terbayang jika harus menanggung semua biaya tersebut sendiri, apalagi saya memiliki keterbatasan biaya,” tutupnya. (*)



