BerandaAcehPLN Siapkan 33 SPKLU dan Layanan Home Charging di Aceh

PLN Siapkan 33 SPKLU dan Layanan Home Charging di Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh telah mengoperasikan 33 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah lokasi strategis untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di Aceh.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Aceh, Eriasmono, mengatakan seluruh titik SPKLU tersebut dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi PLN Mobile.

“Kami telah menyiagakan sebanyak 33 unit SPKLU di berbagai lokasi strategis di Aceh yang seluruh lokasinya dapat dipantau langsung oleh pengguna melalui aplikasi PLN Mobile,” kata Eriasmono di Banda Aceh, Jumat (30/10/2026).

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan diskusi dan temu media bertema Penguatan Sistem yang Andal dan Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh di Asrama Haji.

Selain menambah infrastruktur pengisian daya, PLN juga berencana memodernisasi sejumlah perangkat SPKLU dengan teknologi fast charging dan ultra fast charging.

Menurut Eriasmono, peningkatan teknologi tersebut diharapkan dapat memangkas waktu pengisian daya kendaraan listrik menjadi sekitar 30 menit.

“Ke depan, unit-unit lama akan bertahap kita gantikan dengan fasilitas fast charging dan ultra fast charging sehingga masyarakat hanya membutuhkan waktu pengisian sekitar 30 menit saja,” ujarnya.

PLN juga menyediakan layanan home charging bagi pemilik kendaraan listrik pribadi. Fasilitas tersebut memungkinkan pengguna mengisi daya kendaraan di rumah sehingga lebih praktis untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Untuk memperluas jangkauan SPKLU, PLN turut membuka peluang kerja sama investasi dengan pelaku usaha dan pemilik lahan di Aceh. Terdapat tiga skema kemitraan yang ditawarkan dengan sistem bagi hasil.

“Kami membuka tiga skema kerja sama investasi bagi pelaku usaha yang ingin memasang SPKLU di lokasi strategis miliknya dengan sistem bagi hasil yang saling menguntungkan,” katanya.

Di sisi lain, Eriasmono menyebutkan pasokan listrik di Aceh saat ini masih memiliki cadangan daya yang cukup besar. Kapasitas pembangkit mencapai 1.000 megawatt (MW), sedangkan beban puncak sekitar 700 MW.

Dengan kondisi tersebut, PLN memperkirakan terdapat surplus daya sekitar 400 MW yang dapat mendukung kebutuhan listrik, termasuk untuk pengembangan industri dan investasi baru di Aceh.

PLN berharap penguatan infrastruktur kelistrikan dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik dapat mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih di Aceh.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan insan pers dalam menyampaikan informasi terkait perkembangan sektor kelistrikan kepada masyarakat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER