Blangkejeren (Waspada Aceh) – Sebanyak empat rumah hanyut dan ratusan rumah lainnya terendam banjir di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Akibatnya, permukiman tersebut untuk sementara tidak dapat dihuni. Sejumlah warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terendam lumpur. Berbagai barang berharga juga tidak sempat diselamatkan.
Berdasarkan keterangan warga, derasnya aliran air setelah dua tanggul jebol membuat banjir dengan cepat menerjang permukiman warga pada Rabu Sore, (28/10/2026). Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi barang-barang milik warga, termasuk persediaan padi.
Nuraini, salah seorang korban yang rumahnya hanyut, mengatakan air datang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Sekitar pukul 17.00 WIB air datang sekaligus. Waktu itu hujan deras,” ujarnya kepada Waspadaaceh.com, Kamis (29/10/2026).
Ia mengaku tidak banyak barang yang berhasil diselamatkan. Lemari, perabot rumah tangga, hingga surat-surat penting ikut hanyut terbawa arus.
Nuraini hanya sempat membawa pakaian untuk mengungsi ke kawasan Sangir. Ia baru kembali pada Kamis pagi untuk melihat kondisi rumahnya.
Berdasarkan pantauan, suasana haru masih menyelimuti lokasi terdampak. Tangisan warga terdengar di tengah upaya mereka menyelamatkan barang yang tersisa.

Gecik Desa Badak, Muhammadsyah, mengatakan desa tersebut dihuni 452 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk lebih dari 1.800 jiwa.
“Dari jumlah tersebut hampir semua terdampak,” sebutnya.
Dia juga menjelaskan kronologi kejadian, yang saat itu hujan mulai turun. Ia bersama sejumlah warga sempat memantau kondisi sungai yang airnya terus meluap dan mengalir deras. Mereka berinisiatif memperingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi kemungkinan banjir.
Namun, sebelum peringatan disampaikan secara menyeluruh, warga sudah panik dan berlarian menyelamatkan diri. Sebagian bergegas mengambil barang-barang yang masih bisa dibawa untuk mengungsi.
Saat ini di lokasi banjir, warga masih berupaya membersihkan rumah dan barang-barang dari lumpur. Alat berat juga sudah turun di lokasi. Berbagai petugas keamanan juga ikut membantu warga dalam menyelamatkan barang, BPBD juga sudah datang untuk mendata. (*)



