Banda Aceh (Waspada Aceh) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melantik pengurus di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh periode 2026-2029, berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).
Pelantikan dilakukan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus bersama Ketua SMSI Aceh Aldin NL. Pengurus yang dilantik terdiri dari ketua dan sekretaris SMSI dari masing-masing kabupaten/kota.
Sepuluh daerah tersebut yakni Pidie, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Singkil, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Besar.
Untuk Pidie, Muhammad Riza dari Waspada.id dipercaya sebagai ketua dan Teuku Satria dari Media Aceh Online sebagai sekretaris. Aceh Tamiang dipimpin Saiful Alam dari Lentera24.com sebagai ketua dan Hj Jamani dari Shootlinenews.com sebagai sekretaris.
Di Aceh Utara, Hanasuddin dari Buana.news menjabat ketua dan Jefri Tamara dari Media Aceh Online sebagai sekretaris. Lhokseumawe dipimpin Yuswardi dari Beurita.com sebagai ketua dan Riznayati dari Buana.news sebagai sekretaris.
Selanjutnya, Aceh Singkil dipimpin Khairuman dari Bumpnews.id sebagai ketua dan Sabri dari Kompas1.id sebagai sekretaris. Aceh Barat dipimpin Alfian Akbar dari Frasalocal.com sebagai ketua dan Riosa dari Independent-News.com sebagai sekretaris.
Untuk Aceh Selatan, Sudirman dari Inforakyat.co dipercaya sebagai ketua dan Ichdar Ifan dari Bersuarakita.id sebagai sekretaris. Aceh Tengah dipimpin Jurnalisa sebagai ketua dan Yusri Amri dari Acehindependent.com sebagai sekretaris.
Sementara Bener Meriah dipimpin Pujo Prayetno dari Satupena.co.id sebagai ketua dan Hendri Kinara dari Suarajurnalisnews.com sebagai sekretaris. Adapun Aceh Besar dipimpin Zulfikar dari Fanews.id sebagai ketua dan Sadhali dari Suaraaceh.net sebagai sekretaris.
Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus mengatakan penguatan struktur organisasi di daerah harus diikuti peningkatan profesionalisme perusahaan media siber dan kualitas jurnalistik.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah lanskap industri media. Kondisi tersebut menuntut perusahaan media dan insan pers terus meningkatkan kompetensi.
“Media siber harus terus bertransformasi. Profesionalisme, kualitas jurnalistik, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi kunci agar media tetap dipercaya masyarakat,” kata Firdaus.
Ia mengatakan teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kerja jurnalistik. Namun, penggunaan teknologi tersebut tidak boleh menggantikan tanggung jawab media dalam memastikan akurasi dan melakukan verifikasi informasi.
Firdaus juga mendorong pengurus SMSI di daerah memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kapasitas anggota agar mampu menghadapi perubahan industri media.
Ketua SMSI Aceh Aldin NL mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat keberadaan organisasi di tingkat kabupaten/kota.
Menurut Aldin, penguatan struktur organisasi harus diikuti dengan program yang memberikan manfaat bagi perusahaan media dan anggota SMSI.
“Kita ingin SMSI di kabupaten/kota tidak hanya hadir secara struktur organisasi, tetapi juga aktif meningkatkan kapasitas anggota dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Aceh,” ujar Aldin.
Aldin mengatakan industri media saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan perilaku pembaca, disinformasi, perkembangan AI hingga perubahan model bisnis media.
Karena itu, SMSI Aceh akan mendorong peningkatan kapasitas perusahaan media serta profesionalisme insan pers di daerah.
“Kita harus memastikan perkembangan teknologi menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas media, bukan justru mengurangi standar jurnalistik,” katanya.
Pelantikan pengurus SMSI tersebut turut dirangkaikan dengan SMSI Aceh Awards 2026.Sebanyak 20 tokoh dan institusi di Aceh menerima penghargaan atas kiprah, dedikasi, inovasi dan kontribusi mereka terhadap pembangunan serta kemajuan masyarakat Aceh.
Pelantikan pengurus dan pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi SMSI Aceh untuk memperkuat peran perusahaan media siber di tengah perubahan industri pers dan perkembangan teknologi digital. (*)



