Banda Aceh (Waspada Aceh) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh bersama Universitas Syiah Kuala (USK) mulai menyosialisasikan Program Magang Berdampak Tahun 2026 kepada mahasiswa melalui pertemuan daring, Kamis (9/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung di dunia kerja sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Pembelajaran USK, Rahmadiansyah, mengatakan program magang merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh, Teuku Emir Rizky, menjelaskan Program Magang Berdampak dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, Account Representative Khusus (ARK) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh, Muhammad Iqram Syahputra, memaparkan mekanisme pelaksanaan program, ruang lingkup kegiatan, sistem pendampingan, target, hingga tantangan yang akan dihadapi peserta selama menjalani magang.
Peserta nantinya akan memperoleh pengalaman di berbagai bidang, mulai dari kepesertaan, pelayanan, pengendalian operasional, hingga administrasi dan keuangan. Selain itu, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam kegiatan sosialisasi, edukasi, pemasaran, serta pelayanan kepada masyarakat.
Program ini turut menghadirkan seminar dan sharing session bersama akademisi maupun praktisi dari berbagai perusahaan sebagai bekal untuk meningkatkan wawasan kepemimpinan, budaya kerja profesional, dan pengembangan karier.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banda Aceh, Aziz Muslim, mengatakan Program Magang Berdampak merupakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini. Melalui program ini mereka diharapkan mampu mengembangkan kompetensi, membangun karakter profesional, sekaligus menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat,” ujar Aziz.
Ia berharap kolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat Aceh.
Melalui Program Magang Berdampak 2026, BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh dan USK menargetkan lahirnya lulusan yang lebih adaptif, kompeten, dan siap memasuki dunia kerja, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (*)



