BerandaEkonomiInovasi Pemuda Sergai, Lewat Produk Bata Ringan Dorong Ekonomi Daerah

Inovasi Pemuda Sergai, Lewat Produk Bata Ringan Dorong Ekonomi Daerah

“Kami menginginkan kehadiran kami bukan sekadar untuk memproduksi barang, melainkan membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi warga Serdang Bedagai”

Terobosan cerdas yang memadukan kemajuan teknologi, nilai ekonomi, dan kelestarian lingkungan karya generasi muda Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, mendapat dukungan penuh dari wakil rakyat daerah.

Budi, SE, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Gerinda sekaligus putra asli Sergai, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas lahirnya Litecon AAC Block, bata ringan inovatif yang dikembangkan PT Sentra Cipta Inovasi sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut Budi, keberhasilan mengolah limbah abu batu bara menjadi bahan bangunan berkualitas tinggi adalah bukti nyata bahwa anak muda daerah mampu menciptakan solusi berdaya saing sekaligus membuka peluang kesejahteraan bersama.

“Saya sangat bangga melihat anak muda di daerah ini memiliki kreativitas dan produktivitas setinggi ini. Usaha ini tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan menyeluruh dari seluruh jajaran pemerintahan sangat dibutuhkan agar inovasi ini terus berkembang. “Apa yang dibangun Iwan Tirta harus mendapat apresiasi dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sergai, Pemerintah Provinsi Sumut, hingga pemerintah pusat. Berikan kemudahan perizinan, insentif, dan fasilitas agar usaha ini semakin berkembang dan dapat lebih banyak menampung tenaga kerja,” imbuhnya.

Sebagai pengusaha yang juga berasal dari daerah yang sama, Budi memahami betul tantangan yang dihadapi pelaku usaha rintisan. Ia pun menekankan pentingnya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi generasi pencipta terobosan.

“Kita semua harus mendorong anak muda sebagai generasi penerus bangsa agar makin kreatif dan produktif. Perlu ada perlindungan dan dukungan agar usaha-usaha inovatif seperti ini dapat tumbuh dan bertahan lama,” tegasnya.

Mengubah Limbah Jadi Bernilai Ekonomi

Di tengah gencarnya pembangunan properti dan infrastruktur di Sumatera Utara, Litecon AAC Block hadir sebagai jawaban atas kebutuhan bahan bangunan yang efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau. Lahirnya produk ini digagas dan dikembangkan oleh Iwan Tirta, Direktur Utama sekaligus Kepala Eksekutif PT Sentra Cipta Inovasi, saat ditemui di lokasi pabriknya di Jalan Socfindo, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (22/6/2026).

“Kami merancang Litecon AAC Block agar memudahkan seluruh pihak, mulai dari kontraktor hingga tukang bangunan. Produk ini sudah siap pakai, mutunya terukur secara konsisten, dan hasil pemasangannya jauh lebih rapi serta seragam dibandingkan bahan bangunan konvensional,” ungkap Iwan dengan penuh keyakinan.

Terobosan ini baru dapat diwujudkan setelah Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, yang menetapkan limbah batu bara tidak lagi dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3). Kebijakan ini membuka jalan bagi pemanfaatan limbah abu batu bara atau fly ash sebagai bahan baku bernilai ekonomi.

“Kami menyambut baik kebijakan tersebut. Begitu aturan itu keluar, kami segera bergerak cepat mengembangkan teknologi untuk mengolah fly ash menjadi bahan bangunan berkualitas tinggi. Prosesnya menggunakan metode autoklaf, teknologi modern yang menjamin kekuatan dan kestabilan produk,” jelas Iwan.

Gagasan ini juga sejalan dengan imbauan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang saat itu dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan, yang mendorong pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku industri konstruksi.

Iwan Tirta, Direktur Utama sekaligus Kepala Eksekutif PT Sentra Cipta Inovasi di lokasi produksi bata ringan Litecon AAC Block. (Foto/WaspadaAceh)

“Antusiasme pasar sangat tinggi, bahkan saat ini kami justru kesulitan memenuhi permintaan yang terus bertambah. Ini menandakan bahwa produk kami menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” tambah Iwan, yang dalam kesempatan itu didampingi So Tjan Peng, Presidium Forda UKM (Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah) Sumatera Utara.

Semangat Inovasi dan Manfaat Luas

Semangat Iwan Tirta tidak lepas dari inspirasi karya ilmiah. Ia mengaku terinspirasi penelitian Profesor Januarti Jaya Ekaputri, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, yang sukses mengolah limbah industri menjadi beton ramah lingkungan dan meraih juara pertama ajang MMII Research Award Competition tahun 2019.

Sebelumnya, pada tahun 2021, Litecon juga tercatat sebagai juara harapan dalam program Circular Jumpstart. Sebagai produk rintisan daerah, Litecon AAC Block menawarkan keunggulan nyata: ringan namun kuat, tahan api, serta memiliki ukuran yang sangat presisi.

Berbeda dengan bata merah tradisional yang membutuhkan penggalian tanah subur, bata ringan ini justru memanfaatkan limbah, sehingga turut menjaga kesuburan lahan pertanian dan mengurangi tumpukan sampah industri. Pihak perusahaan pun menargetkan memperoleh sertifikasi green label sebagai bukti komitmen lingkungannya.

Selain menghadirkan produk unggul, perusahaan ini juga memberdayakan ekonomi lokal. Sebagian besar tenaga kerjanya diambil dari warga sekitar, sehingga keberadaan pabrik langsung memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran kami bukan sekadar memproduksi barang, melainkan membuka peluang hidup yang lebih baik bagi warga Sergai,” tegas Iwan.

Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Forda UKM Sergai, Darmadi, yang menyatakan kekagumannya. “Ini luar biasa! Selain membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi, inovasi ini juga sangat ramah lingkungan. Kreativitas anak muda ini patut diacungi jempol,” ujarnya seraya mendesak pemerintah memberikan kemudahan izin dan insentif.

Secara teknis, Litecon bata ringan menawarkan banyak kelebihan: bobotnya yang ringan memudahkan pengangkutan dan pemasangan, sekaligus menghemat biaya logistik. Kemampuannya meredam panas dan suara membuat ruangan lebih nyaman, sedangkan permukaannya yang halus mengurangi kebutuhan bahan plesteran.

“Dengan Litecon, proyek bisa selesai dua kali lebih cepat dan biayanya lebih hemat. Hasilnya pun kuat dan tahan lama,” jelas Iwan. Produk ini cocok digunakan untuk berbagai bangunan, mulai dari rumah tinggal, ruko, gedung bertingkat, hingga fasilitas umum.

“Prinsip kami sederhana: bangun lebih cepat, hasil lebih rapi, biaya lebih hemat—tanpa mengorbankan kualitas. Kami ingin membuktikan, inovasi lokal bisa menjadi solusi terbaik untuk pembangunan daerah,” pungkas Iwan Tirta. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER