BerandaAcehKorban Banjir Langkahan Desak Pemerintah Segera Cairkan Bantuan Jadup

Korban Banjir Langkahan Desak Pemerintah Segera Cairkan Bantuan Jadup

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Enam bulan sudah berlalu sejak banjir bandang melanda wilayah Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara , pada akhir 2026 lalu. Namun duka dan kesulitan warga korban bencana belum juga usai.

Hingga saat ini, masyarakat Gampong Rumoh Rayeuk dan umumnya di Kecamatan Langkahan sangat berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah pusat, terutama terkait kejelasan pencairan bantuan Jaminan Hidup (Jadup).

Selian itu juga mendesak untuk segera perbaikan puluhan tempat tempat tinggal mereka yang rusak parah akibat di terjang angin kencang beberapa waktu lalu, dan para korban rumahnya diterjang angin masih mengungsi di huntara keluarganya.

Keuchik (Kepala Desa) Gampong Rumoh Rayeuk, A’kthaillah. menyebutkan, sejak bencana banjir merendam wilayahnya setengah tahun lalu, bantuan Jadup yang dijanjikan hingga kini belum terealisasi sama sekali.

Padahal, seluruh proses pendataan maupun adminitrasi telah dilakukan dan diserahkan melalui pemerintah Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Warga kami sangat berharap dan mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan nyata. Kami butuh kejelasan kapan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) ini dicairkan. Sejak banjir enam bulan lalu, belum ada realisasi sama sekali terkait bantuan tersebut,” kata A’kthaillah, Sabtu (6/6/2026).

A’kthaillah menambahkan bahwa kondisi ekonomi warga saat ini kian terpuruk karena harus berusaha bangkit mandiri di tengah keterbatasan. Kehadiran pemerintah pusat sangat dinantikan untuk membantu memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak,

Mengingat waktu yang sudah berjalan cukup lama, pihak gampong mendesak agar birokrasi dan administrasi penyaluran bantuan tidak berbelit-belit. Warga Langkahan, khususnya di Gampong Rumoh Rayeuk, membutuhkan kepastian agar mereka bisa menata kembali kehidupan mereka dengan normal.

Menurut A’kthaillah, masalah bantuan kelangsungan hidup (Jadup), mempertanyakan kepastian mengenai masa depan tempat tinggal mereka, apakah pemerintah akan memperbaiki huntara yang rusak atau mempercepat pembangunan hunian (Huntap) .

“Masyarakat setiap hari bertanya kepada saya, kapan Jadup cair dan sudah sampai mana prosesnya. Karena kondisi masyarakat sekarang sangat memprihatinkan. Rumah sudah hancur karena banjir, sekarang huntara juga rusak karena angin kencang.” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER